Share

Setelah Kunjungi Prancis, PM Lebanon Akan Bertolak ke Mesir

Putri Ainur Islam, Okezone · Senin 20 November 2017 01:12 WIB
https: img.okezone.com content 2017 11 20 18 1816839 setelah-kunjungi-prancis-pm-lebanon-akan-bertolak-ke-mesir-m6LW8QDuEd.jpg PM Lebanon Said al Hariri. (Foto: Reuters)

BEIRUT - Perdana Menteri (PM) Lebanon yang telah mengumumkan pengunduran dirinya saat berada di Arab Saudi pada 4 November, Said al Hariri, berencana akan mengunjungi Mesir. Hal tersebut disampaikan oleh seorang pemimpin dalam Gerakan Masa Depan Hariri.

Hariri sejak Sabtu 18 November berada di Paris, Prancis, di mana dia bertemu dengan Presiden Prancis Emmanuel Macron. Hariri mengaku akan kembali ke Lebanon pada Rabu 22 November untuk perayaan Hari Kemerdekaan.

BACA JUGA: Pelukan Hangat Presiden Prancis Sambut Kedatangan PM Lebanon di Paris

Dilansir dari Reuters, Senin (20/11/2017), sementara itu pada Minggu 19 November, Menteri Luar Negeri Liga Arab mengadakan pertemuan darurat di Kairo, Mesir, yang diminta oleh Arab Saudi, untuk membahas cara-cara untuk menghadapi Iran dan Hizbullah. Menteri Luar Negeri Lebanon Gebran Bassil tidak hadir dalam pertemuan tersebut.

Sekadar diketahui, sumber dari lingkungan Champ Elysee menerangkan, Macron dan Hariri mendiskusikan apa yang sesungguhnya terjadi hingga Hariri mengundurkan diri pada 4 November. Prancis, sebagai negara yang pernah menguasai Lebanon, ingin bertindak sebagai penengah dalam krisis tersebut.

BACA JUGA: Terima Undangan Presiden Prancis, PM Hariri Batal Pulang ke Lebanon 

BACA JUGA: Bantu Redakan Ketegangan Pasca-PM Lebanon Mengundurkan Diri, Presiden Macron Undang Hariri ke Prancis 

Sebagaimana diberitakan, Presiden Lebanon Michel Aoun mengatakan bahwa dia tidak akan menerima pengunduran diri Hariri. Presiden Aoun harap, Hariri segera kembali ke Lebanon dan menyampaikan secara langsung ke pihak Beirut alasannya untuk mengundurkan diri.

Dalam pidato pengunduran dirinya, Hariri mengkritik Iran dan sekutunya, Hizbullah. Pidato yang ia sampaikan di Arab Saudi tersebut berisikan tentang ketakutan Hariri akan pembunuhan. Menetepanya Hariri di Arab Saudi menyebabkan tuduhan dari pejabat Lebanon dan politisi bahwa Arab Saudi telah memaksanya untuk mengundurkan diri.

(pai)

(rfa)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini