Image

Tiba di Myanmar, Paus Fransiskus Disambut Ribuan Umat Katolik

Wikanto Arungbudoyo, Jurnalis · Senin 27 November 2017, 14:44 WIB
https: img.okeinfo.net content 2017 11 27 18 1821243 tiba-di-myanmar-paus-fransiskus-disambut-ribuan-umat-katolik-MXpsiSJqBj.JPG Paus Fransiskus disambut anak-anak Myanmar setibanya di Yangon (Foto: Max Rossi/Reuters)

YANGON – Pemimpin Tertinggi Umat Katolik Roma, Paus Fransiskus, tiba dengan selamat di Yangon, Myanmar. Agenda utama kunjungan tersebut adalah untuk membahas krisis Rohingya dengan para pejabat Myanmar, termasuk Jenderal Min Aung Hlaing dan Aung San Suu Kyi.

BACA JUGA: Paus Fransiskus Berangkat ke Myanmar untuk Bahas Rohingya Bersama Suu Kyi

Kedatangan Sri Paus tersebut disambut oleh ribuan umat Katolik Roma yang memenuhi Yangon. Mereka rela menempuh perjalanan jauh dengan menggunakan bus dan kereta api, demi menyaksikan Paus Fransiskus walau hanya sekilas.

“Kami datang ke sini untuk melihat Sri Paus. Ini hanya terjadi satu kali dalam ratusan tahun,” ujar pemimpin salah satu komunitas Katolik, Win Min Set, melansir dari Reuters, Senin (27/11/2017). Ia membawa serta sekira 1.800 orang umat Katolik dari bagian selatan dan barat Myanmar.

(Umat Katolik Roma di Myanmar siap menyambut Paus Fransiskus. Foto: Jorge Silva/Reuters)

Salah satu isu utama yang diyakini menjadi agenda kunjungan Paus Fransiskus adalah perlakuan Myanmar terhadap etnis Rohingya di Rakhine State. Namun, Win Min Set mengaku tidak khawatir dengan hal tersebut karena pria asal Argentina itu cukup pintar dalam urusan politik.

“Dia sangat paham mengenai masalah politik. Dia akan menangani isu tersebut dengan pintar,” puji Win.

Isu Rohingya masih sensitif sehingga beberapa penasihat Paus Fransiskus mengingatkan agar pria bernama asli Jorge Mario Bergoglio itu tidak menggunakan kata ‘Rohingya’ selama kunjungan. Sebab, bisa saja perkataan Sri Paus itu menjadi pemicu kekerasan terhadap umat Kristiani yang juga minoritas di Myanmar.

Banyak warga Myanmar yang menolak menyebut etnis minoritas tersebut sebagai ‘Rohingya’. Pemimpin de facto Myanmar, Aung San Suu Kyi, juga tidak mau melabeli mereka sebagai minoritas, tetapi ‘minoritas Muslim yang tinggal di Rakhine State’.

Hal tersebut dapat menjadi dilema tersendiri bagi Paus Fransiskus. Sebab, pria berusia 80 tahun itu sangat ingin mengangkat isu Rohingya namun di sisi lain ucapannya dapat membahayakan sekira 700 ribu penganut Katolik Roma di Myanmar. Salah-salah, ratusan ribu orang itu bisa bernasib sama dengan etnis Rohingya.

Selain Myanmar, Paus Fransiskus juga akan berkunjung ke Bangladesh selama kunjungan dari 26 November hingga 2 Desember. Ia diperkirakan akan berjumpa dengan para pengungsi Rohingya yang berada di Cox’s Bazaar, wilayah perbatasan Bangladesh dengan Myanmar yang menampung para pengungsi.

Otoritas Myanmar sudah mengerahkan polisi antihuru-hara dalam jumlah besar untuk mengamankan kedatangan Paus Fransiskus. Menurut juru bicara Keuskupan Agung Myanmar, Mariano Soe Naing, sekira 150 ribu orang juga sudah mendaftar untuk mengikuti misa yang akan dipimpin oleh Paus Fransiskus di Yangon.

1 / 2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini