KARANGASEM – Radio komunitas yang baru saja terbentuk, yaitu Pasemetonan Jagabaya (Pasebaya) cepat tanggap memberikan informasi pada masyarakat terkait status Gunung Agung yang telah dinaikkan ke level IV sejak dua hari yang lalu, tepatnya pukul 6 pagi waktu setempat. Masyarakat pun segera mengungsi dari zona berbahaya sesuai rekomendasi Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG).
Setelah erupsi pada tanggal tersebut, Pasebaya Gunung Agung secara aktif melalui radio komunikasi atau handytalky (HT) saling memberikan informasi kondisi yang ada di setiap desa. Pasebaya yang diketuai oleh I Gede Pawana ini tidak hanya beranggotakan para perbekel tetapi para relawan lain yang memiliki radio komunikasi di 28 desa.
Saat ini, Pasebaya masih menumpang di frekuensi Orari dan akan segera beralih ke frekuensi yang khusus.
Meskipun pemilik radio komunikasi terbatas, namun para perbekel berupaya berbagi informasi kepada para warga. Biasanya mereka berkumpul di banjar pada sore hari untuk mendengarkan informasi dari wilayah lain.
“Sebelumnya ada komunitas-komunitas radio, namun selama ini parsial. Setelah kita difasilitasi oleh Orari, dan setelah terbentuk perkumpulan Pasebaya, kita difasilitasi oleh Orari, diberikan fasilitas, jadi masyarakat masuknya satu pintu.”
Ujar Pawana melalui jejaring Pasebaya ini, informasi mengenai Gunung Agung lebih akurat dan terkini, Rabu (29/11/2017)
Informasi mengenai situasi di wilayah administrasi tingkat desa akan dicek terlebih dahulu sebelum disebarkan melalui radio. Di samping jejaring melalui radio komunikasi, Pasebaya juga menggunakan jalur komunikasi dengan aplikasi Whatsapp.