nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Di Tengah Sidang PBB, Politikus Kroasia Nekat Bunuh Diri dengan Tenggak Racun

Rufki Ade Vinanda, Jurnalis · Kamis 30 November 2017 05:36 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2017 11 30 18 1822924 di-tengah-sidang-pbb-politikus-kroasia-nekat-bunuh-diri-dengan-tenggak-racun-BGzHfZm5V4.jpg Slobodan Plarjak meminum racun di tengah sidang PBB. (Foto: Icty)

ZAGREB - Seorang politikus Kroasia sekaligus mantan komandan pasukan Kroasia-Bosnia, Slobodan Praljak tewas usai menenggak racun di tengah berjalannya sidang kejahatan perang PBB. Pria berusia 72 tahun itu, nekat menenggak racun tersebut hanya beberapa detik setelah hakim PBB menolak permohonan bandingnya.

Slobodan Praljak diketahui mengajukan banding atas hukuman yang diterimanya terkait kejahatan perang yang ia lakukan terhadap Muslim Bosnia. Ia didakwa terlibat dalam kejahatan pengusiran umat Islam Bosnia pada awal tahun 1990-an. Sang mantan komandan itu menenggak racun dari sebuah botol kecil yang dibawanya. Ia juga sempat melontarkan beberapa kata sebelum menenggak cairan racun dari botol tersebut.

"Saya hanya minum racun. Saya bukan penjahat perang, saya menentang hukuman ini," ujar Praljak sebagaimana dikutip dari Reuters, Kamis (30/11/2017).

Hakim Ketua, Carmel Agius telah menolak banding yang diajukan Praljak dan membuat hukuman terhadap pria itu tak berubah. Ia diketahui dijatuhi hukuman 20 tahun kurungan penjara. Praljak pada dasarnya sempat dilarikan ke rumah sakit terdekat sebelum akhirnya dinyatakan meninggal.

Persidangan di Mahkamah Internasional PBB diketahui merupakan sidang terakhir kasus Praljak sebelum ditutup pada bulan depan. Sebelumnya, hukuman juga dijatuhkan kepada Mantan Kepala Militer Bosnia, Jenderal Ratko Mladic yang didakwa melakukan kejahatan Genosida saat pertempuran masih berkecamuk di bekas Yugoslavia itu.

Perdana Menteri Kroasia Andrej Plenkovic mengatakan bahwa ia menyesalkan kematian Praljak. "Tindakannya, yang kita sesali dan saksikan hari ini adalah bukti dari ketidakadilan yang mendalam terhadap enam orang Kroasia dan Bosnia. Kami menyuarakan ketidakpuasan dan penyesalan akan putusan tersebut," kata Plenkovic.

(rav)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini