nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Warga Zagreb Kroasia Tetap Diminta Social Distancing di Tengah Bencana Gempa

Medikantyo, Jurnalis · Senin 23 Maret 2020 07:06 WIB
https: img.okeinfo.net content 2020 03 23 18 2187445 warga-zagreb-kroasia-tetap-diminta-social-distancing-di-tengah-bencana-gempa-nSaR8ZJKSe.PNG PM Kroasia, Andrej Plenkovic berjalan di tengah reruntuhan bangunan akibat gempa. (Foto: Reuters/Antonio Bronic)

ZAGREB - Gempa Magnitudo 5,3 mengguncang Ibu Kota Kroasia, Zagreb pada Minggu 22 Maret 2020. Selain diimbau untuk menyelamatkan diri dari gempa, warga juga diminta untuk tetap menjaga jarak (social distancing), meningat negara tersebut baru menerapkan lokcdown untuk melawan virus corona (Covid-19).

Gempa mengakibatkan seorang remaja tewas akibat tertimpa reruntuhan bangunan. Sedangkan 16 orang lainnya terluka. Otoritas setempat menyatakan sekitar 70 bangunan rusak akibat gempa ini.

Perdana Menteri Kroasia, Andrej Plenkovic meminta warganya untuk tidak berjalan di dekat gedung guna menghindari reruntuhan. Dia juga mengingatkan warga untuk tetap menjaga jarak sebagai pencegahan penyebaran Covid-19.

"Situasi ini terkesan berlawanan dari perintah sebelumnya untuk melakukan isolasi mandiri. Namun, terkait bencana ini kami mengharapkan warga untuk meninggalkan rumah sembari tetap menjaga jarak," kata Plenkovic melalui keterangan resmi menyitir laman Reuters. Perintah itu menyoroti kemungkinan adanya gempa susulan yang bisa membahayakan warga.

Baca juga: Wabah Virus Korona Belum Usai, China Terancam Serangan Kawanan Belalang dari Afrika

Departemen Pemadam Kebakaran Zagreb melakukan operasi penyelamatan serta pemadaman di sejumlah titik dalam kota tersebut. Plenkovic menyebut turut menerjunkan pasukan angkatan bersenjata untuk membantu pembersihan reruntuhan bangunan. Gempa ini disebut lembaga riset geologi Jerman sebagai yang terbesar dialami Kroasia dalam kurun waktu 140 tahun.

(Foto: Reuters)

Sejauh ini baru ada satu korban tewas, seorang remaja pria akibat tertimpa reruntuhan bangunan. Seorang anak kecil juga menjadi korban luka di bagian kepala akibat terkena puing atap bangunan. Rumah sakit setempat, di sisi lain, tidak memberi detail mengenai usia maupun jenis kelamin korban.

Langkah melakukan karantina nasional sebelumnya diputuskan Plenkovic, melihat pertumbuhan kasus infeksi virus corona di negaranya. Berdasarkan data pada Minggu (22/3/2020), terdapat temuan 206 kasus positif infeksi corona di Kroasia dengan korban meninggal sebanyak satu orang.

(qlh)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini