Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Kaisar Jepang Akihito Akan Turun Takhta Pada 30 April 2019

Rahman Asmardika , Jurnalis-Jum'at, 01 Desember 2017 |11:11 WIB
Kaisar Jepang Akihito Akan Turun Takhta Pada 30 April 2019
Kaisar jepang, Akihito. (Foto: Reuters)
A
A
A

TOKYO – Kaisar Jepang Akihito berencana turun takhta pada 30 April 2019 di usianya yang ke-85. Dia akan menjadi Kaisar Jepang pertama yang memutuskan turun dari Takhta Bunga Krisan dalam 200 tahun terakhir.

BACA JUGA: Media Jepang Bahasa Turunnya Kaisar Akhito dari Takhta

Berdasarkan keterangan Pemerintah Jepang yang dilansir Associated Press, Jumat (1/12/2017), posisi Kaisar Akihito akan diambil alih oleh Putra Mahkota Naruhito. Sang putra mahkota akan secara resmi naik takhta pada 1 Mei 2019, atau sehari setelah Kaisar Akihito meletakkan jabatannya.

Akihito mengungkapkan keinginannya untuk turun takhta pada musim panas lalu dengan alasan usia dan kesehatannya yang sudah tidak memungkinkan. Naiknya Putra Mahkota Naruhito ke Takhta Bunga Krisan pada 1 Mei 2019 akan menjadi awal dari sebuah era baru yang namanya belum disebutkan.

Keputusan ini dibuat pada Jumat, 1 Desember dalam sebuat pertemuan Dewan Rumah Tangga Kekaisaran. Sejumlah politisi, petugas yudisial dan anggota keluarga kerajaan juga turut hadir dalam pertemuan tersebut. Namun, keputusan tersebut masih menunggu persetujuan resmi dari kabinet yang akan diberikan pada 8 Desember mendatang.

Undang-undang yang memberi izin Kaisar Akihito untuk turun takhta dalam waktu tiga tahun telah diberlakukan pada awal tahun ini.

Keinginan Kaisar Akihito untuk meninggalkan takhta telah menghidupkan kembali perdebatan tentang monarki Jepang yang telah berusia 2.000 tahun dan juga diskusi tentang peningkatan status anggota wanita dalam populasi keluarga kerajaan yang menyusut. Aturan suksesi saat ini hanya berlaku bagi laki-laki dan melarang wanita untuk duduk di Takhta Bunga Krisan. Seorang wanita anggota keluarga kerajaan jepang juga kehilangan status bangsawan mereka saat menikahi pria dari kalangan rakyat biasa.

Kaisar Akihito dan Putra Mahkota Naruhito. (Foto: Reuters)

Kaisar Akihito naik takhta pada Januari 1989 saat berusia 56 tahun setelah mangkatnya sang ayah, Kaisar Hirohito. Naiknya suami dari Permaisuri Michiko sebagai Kaisar Jepang mengawali Era Heisei.

Sejak saat itu, Kaisar Akihito dan istrinya menjalankan tugas-tugas kerajaan, termasuk melakukan kunjungan ke korban bencana alam seperti yang dilakukannya usai bencana tsunami 2011.

Aturan undang-undang untuk pengunduran diri Kaisar Akihito diperlukan karena Undang-undang Rumah Tangga Kekaisaran 1947 tidak mengatur mengenai penyerahan takhta. Kaisar Jepang terakhir yang turun takhta adalah Kaisar Kokaku di 1817.

(Rahman Asmardika)

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement