nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Presiden Baru Zimbabwe Copot Menteri Pendidikan yang Baru Sehari Diangkat

Putri Ainur Islam, Jurnalis · Sabtu 02 Desember 2017 20:29 WIB
https: img.okeinfo.net content 2017 12 02 18 1824175 presiden-baru-zimbabwe-copot-menteri-pendidikan-yang-baru-sehari-diangkat-C7gLa2m6TJ.jpg Presiden Zimbabwe Emmerson Mnangagwa saat menghadiri acara wisuda. (Foto: Reuters)

HARARE - Presiden baru Zimbabwe Emmerson Mnangagwa mencopot menteri pendidikannya, sehari setelah mengangkatnya ke sebuah kabinet yang memberikan jabatan teratas kepada pejabat militer senior. Diangkatnya para pejabat militer senior seacara luas dikatakan sebagai hadiah atas peran tentara dalam pelengseran pendahulunya, Robert Mugabe.

Mnangagwa membuat perubahan lain pada kabinet yang oleh sekretaris utamanya Misheck Sibanda disebut "penyesuaian untuk memastikan kepatuhan terhadap konstitusi dan pertimbangan gender, demografi, dan kebutuhan khusus".

BACA JUGA: Presiden Baru Zimbabwe Tunjuk Pejabat Militer Senior untuk Duduki Kursi Menteri

Dilansir dari Reuters, Sabtu (2/2/2017), di bawah konstitusi Zimbabwe, menteri dan deputi harus menjadi anggota parlemen, kecuali lima orang yang dapat dipilih karena keterampilan profesional dan kompetensinya. Mnangagwa mengangkat tujuh menteri, termasuk Mayor Jenderal Sibusiso Moyo sebagai menteri luar negeri dan Perrance Shiri, yang bukan anggota parlemen.

Mantan wakil presiden Zimbabwe tersebut menggantikan menteri pendidikan Lazaraus Dokora dengan wakilnya Paul Mavima. Sebelumnya, pengangkatan kembali Dokora telah menyebabkan sebuah teriakan dari warga Zimbabwe di media sosial dan acara radio yang mengatakan bahwa Dokora memiliki kinerja yang buruk dan merongrong sistem pendidikan di negara tersebut.

BACA JUGA: Usai Kudeta, Ultah Mantan Presiden Mugabe Dijadikan Hari Libur Nasional Zimbabwe

Selain itu, presiden yang dijuluki “si buaya” juga menunjuk pegiat undang-undang ZANU-PF Petronella Kagonye untuk menjadi menteri tenaga kerja dan kesejahteraan sosial, menggantikan Profesor Clever Nyathi yang ditunjuk sebagai penasihat khusus di kantor presiden mengenai perdamaian dan rekonsiliasi nasional.

Chris Mutsvanga, pemimpin asosiasi veteran perang yang hebat dan merupakan menteri penyiaran, juga ditunjuk sebagai penasihat khusus presiden.

BACA JUGA: Terungkap! Robert Mugabe Tak Kuasa Membendung Air Mata saat Bersedia Lengser

Sekadar diketahui, setelah Robert Mugabe yang berusia 93 tahun berhenti setelah sebuah kudeta militer de facto, pendukung Mnangagwa meluncurkan kritik dari analis dan Zimbabwe yang mengharapkan barisan lebih luas yang menandai akhir dari era Mugabe.

(pai)

(war)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini