BANDA ACEH - Angin kencang disertai hujan deras yang mengguyur, sejumlah desa di Kecamatan Sigli, Pidie Provinsi Aceh terendam banjir. Dilaporkan satu unit rumah warga di Desa Ranto Panyang, hanyut terbawa arus banjir.
TIM TRC BPBD Pidie, Muhammad Yudhi mengatakan, rumah yang hanyut disapu banjir milik M. Gadeng Thaib.
Sementara itu, banjir di Gampong Blang Asan, Gampong Asan, Kota Sigli dan tujuh desa sekitarnya banjir masih menggenangi rumah warga dan belum surut hingga kini. Air mencapai ketinggian 30 hingga 60 centimeter.
Selain itu, sebanyak 990 warga dari tiga kecamatan yaitu Grong-Grong, Padang Tijie dan Sigli, terpaksa harus mengungsi ke musalla akibat rumah masih digenangi air.
"Di Desa Me, kecamatan Grong-grong terdapat 225 jiwa, di Kecamatan Padang Tijie, desa Kupula 285 jiwa, dan di desa Asan, kecamatan kota Sigli terdapat 285 jiwa. Semua para korban mengungsi ke Meunasah (musalla) desa masing-masing," katanya.
Selain itu, berdasarkan hasil pendataan tim BPBD Pidie, empat desa diantaranya Desa Kupula, Gampong Asan, desa Cot Reng, dan desa Cot Teungoh air juga masih belum surut dan menggenangi rumah warga.
"Hampir sekitar 330 rumah warga di sana masih digenangi air, itu pun yang baru terdata, serta masih ada beberapa desa lain yang masih dilakukan pendataan oleh tim," kata Muhammad.
Tambahnya, tiga kecamatan yang mengalami banjir tersebut, pihaknya telah membuka tenda pengungsi dan dapur umum di Desa Mee, Kecamatan Grong-Grong.
Sementara itu, laporan salah seorang warga Blang Asan, Rudi mengeluhkan hingga kini bantuan untuk korban banjir belum didapatkan. Sementara warga mengalami kesulitan memasak.
"Belum ada bantuan, ibu-ibu mau masak di rumahnya ngak bisa karena air belum suruh," kata Rudi.
(Awaludin)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.