Kabar Kematian Bahrun Naim, Pihak Keluarga: Hoax Belaka

Bramantyo, Jurnalis · Senin 04 Desember 2017 11:47 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2017 12 04 512 1824701 kabar-kematian-bahrun-naim-pihak-keluarga-hoax-belaka-ax6MVAXMWu.jpg Bahrun Naim.

SOLO - Suasana kediaman orang tua Bahrun Naim di Sangkarah, Pasar Kliwon masih berjalan normal.

Toko klontong milik keluarga Bahrum Naim, masih tetap buka. Di toko Kelontong itu terlihat ada seorang perempuan yang terlihat sibuk mengatur barang dagangannya.

Tak terlihat sama sekali suasana duka, menyusul adanya kabar salah satu anggota keluarga mereka Bahrun Naim meninggal dalam peperangan di Suriah.

Saat Okezone mencoba menanyakan pada pihak keluarga, perempuan yang ada di toko kelontong tersebut hanya terdiam. Tak lama kemudian, perempuan itu masuk ke dalam rumah. Cukup lama juga harus menunggu di depan toko kelontong tersebut.

Setelah melihat tanda-tanda sulit mendapatkan informasi dari pihak keluarga, Okezone pun mencoba menghubungi pengacara keluarga Bahrum Naim, Anis Priyo.

Anis Priyo mengaku telah mendapatkan informasi tersebut. Namun soal kebenarannya, pihaknya tengah mencari tahu.

(Baca juga: Pastikan Kabar Kematian Bahrun Naim, Polisi Koordinasi dengan Kemlu)

"Ini lagi cari tahu kebenaran dari informasi tersebut," papar Anis, Senin (4/12/2017).

Menurut Anis, dirinya mendapatkan kabar bila Bahrun Naim meninggal melalui pesan WhatsApp berantai. Pihaknya, aku Anis, sudah bertemu dengan pihak keluarga.

Dari pertemuan keluarga, Anis mengatakan bila pihak keluargapun belum mendengar kabar kematian Bahrun. "Keluarga belum mendapatkan kabar kematian Bahrun Naim. Jadi untuk sementara kami menganggap bila kabar kematian Bahrun Naim itu adalah hoax belaka,"pungkasnya.

Terkait kabar tewasnya petinggi organisasi teroris ISIS asal Indonesia itu, Polri sedang melakukan pendalaman. "Sedang didalami," kata Kepala Bagian Penerangan Umum (Kabagpenum) Polri Komisaris Besar Polisi Martinus Sitompul.

Bahrun diduga sebagai dalang teror bom Thamrin, Jakarta Pusat, Januari 2016. Pimpinan kelompok Jamaah Ansharut Daulah (JAD) ini merupakan perekrut sejumlah teroris dari Indonesia. Bahrun kerap mengajarkan cara membuat bom melalui grup-grup Telegram internal teroris.

(qlh)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini