Raja Maroko dan Presiden Palestina Bahas Pemindahan Kedubes AS ke Yerusalem

Putri Ainur Islam, Okezone · Rabu 06 Desember 2017 16:04 WIB
https: img.okezone.com content 2017 12 06 18 1826143 raja-maroko-dan-presiden-palestina-bahas-pemindahan-kedubes-as-ke-yerusalem-CSW6e01T3G.jpg Raja Maroko Mohammed VI. (Foto: Reuters)

RABAT - Raja Maroko Mohammed VI dan Presiden Palestina Mahmoud Abbas membahas keputusan Amerika Serikat (AS) untuk memindahkan kedutaan besarnya di Israel yang berada di Tel Aviv ke Yerusalem. Kedua pemimpin tersebut membahas hal itu lewat telefon, kata kantor kerajaan dalam sebuah pernyataan.

Raja Mohammed VI, ketua Komite Al Quds Coorperation, menegaskan kembali dukungan kuat dan tak tergoyahkan pihak Maroko untuk orang-orang Palestina dalam mempertahankan hak-hak mereka dan hak-hak yang sah, terutama mengenai status Yerusalem.

BACA JUGA: Pengamat: AS Pindahkan Kedubes ke Yerusalem, Negara-Negara Sahabat Wajib Waspada

Selain itu, Raja Maroko juga menyuarakan penolakan kerasnya atas tindakan apa pun yang dapat merusak aspek multiagama kota suci tersebut atau mengubah status hukum dan politik. Presiden Palestina pun memuji peran dan tindakan raja tersebut dan menyesalkan fakta bahwa AS melakukan inisiatif yang tidak tepat.

Dilansir dari Xinhua, Rabu (6/12/2017), Raja Maroko mengungkapkan keprihatinan mendalam terhadap otoritas Palestina atas konsekuensi mengenai proses perdamaian di Timur Tengah serta keamanan dan stabilitas wilayah tersebut.

BACA JUGA: Terkait Status Yerusalem, Trump Telefon Pemimpin Negara-Negara Arab

Kedua pemimpin sepakat untuk mempertahankan kontak langsung dan melakukan konsultasi terus menerus mengenai masalah ini, serta koordinasi yang erat antara kedua pemerintah untuk mengatur langkah-langkah yang harus diambil dan tindakan yang harus dilakukan.

BACA JUGA: Indonesia Harus Tolak Akui Yerusalem sebagai Ibu Kota Israel, Ini Alasannya

Raja Maroko juga memperingatkan Pemerintah AS atas niat relokasi tersebut, dengan mengatakan bahwa status quo atas Yerusalem perlu dipelihara dan tidak ada yang harus dilakukan karena dapat memengaruhi status politik saat ini.

Pemimpin Maroko tersebut juga menyoroti pentingnya kota Yerusalem, tidak hanya bagi para pihak dalam konflik tersebut, tetapi juga kepada para pengikut ketiga agama yang berada di Yerusalem. Raja Mohamed juga menggarisbawahi bahwa kota tersebut harus tetap menjadi tanah untuk simbol koeksistensi dan toleransi di antara semua golongan.

(pai)

(rfa)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini