Jelang Pengumuman Stasus Yerusalem, Pemerintah RI Berharap AS Berubah Pikiran

Rahman Asmardika, Okezone · Kamis 07 Desember 2017 01:01 WIB
https: img.okezone.com content 2017 12 07 18 1826419 jelang-pengumuman-stasus-yerusalem-pemerintah-ri-berharap-as-berubah-pikiran-4WqjnKofcL.jpg Warga Palestina berjalan di depan tentara Israel. (Foto: AFP)

SERPONG - Beberapa jam menjelang pengumuman pengakuan status Yerusalem oleh Washington, Pemerintah Indonesia masih berharap Pemerintah Amerika Serikat (AS) mempertimbangkan kembali keputusannya tersebut. Menteri Luar Negeri RI Retno Marsudi mengatakan, keputusan AS tersebut dapat berdampak besar terhadap proses perdamaian antara Palestina dan Israel.

Berdasarkan informasi yang beredar, Pemerintah AS akan mengumumkan keputusannya pada Rabu, 6 Desember pukul 1 siang waktu Washington atau sekira Kamis, 7 Desember pukul 1 dini hari waktu Indonesia.

 BACA JUGA: Indonesia Harus Tolak Akui Yerusalem sebagai Ibu Kota Israel, Ini Alasannya

Menlu Retno terus melakukan komunikasi dengan Duta Besar AS, Joseph Donovan terkait perkembangan isu ini.

"Hari ini saya menanyakan lagi apa betul pada pukul 1 akan diumumkan. Beliau menerima informasi yang sama. Jadi kita asumsikan rencana itu ada. Kita masih berharap pemerintah AS akan mempertimbangkan kembali untuk tidak melajukan pengumuman itu," ujar Menlu Retno usai meninjau kesiapan penyelenggaraan Bali Democracy Forum di BSD City, Serpong, Banten, Kamis (7/12/2017).

Selain dengan Dubes AS, Menlu Retno juga terus melakukan komunikasi dengan Menlu dari negara-negara anggota organisasi kerjasama Islam (OKI) untuk membahas mengenai respons yang akan diambil terkait pengumuman tersebut. OKI diperkirakan akan menggelar pertemuan khusus (special Session) untuk menanggapi isu Yerusalem ini.

 BACA JUGA: Indonesia Diminta Akui Yerusalem Ibu Kota Palestina

"kita juga membahas mengenai kemungkinan akan adanya special session dari OKI. Kita sedang membahas apakah pertemuan itu dalam bentuk pertemuan menlu atau pertemuan summit (pertemuan tingkat tinggi)," ujar Menlu Retno.

(rav)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini