Image

Mahmoud Abbas: Yerusalem Ibu Kota Abadi Palestina

Agregasi Antara, Jurnalis · Kamis 07 Desember 2017, 15:56 WIB
https: img.okeinfo.net content 2017 12 07 18 1826764 mahmoud-abbas-yerusalem-ibu-kota-abadi-palestina-CJLnZM8mYx.jpg Presiden Palestina Mahmoud Abbas

PALESTINA - Presiden Palestina Mahmoud Abbas mengutuk dan menolak pengakuan AS atas Yerusalem sebagai Ibu Kota Israel, dan mengatakan tindakan itu "melanggar semua resolusi bilateral dan internasional".

Abbas mengeluarkan pernyataan tersebut di dalam pidato yang ditayangkan secara langsung oleh stasiun televisi resmi Palestina tak lama setelah Presiden AS Donald Trump mengumumkan pengakuan resminya atas Jerusalem sebagai Ibu Kota Israel. Trump juga menginstruksikan Departemen Luar Negeri AS untuk memulai proses pemindahan Kedutaan Besar AS dari Tel Aviv ke Yerusalem.

"Pengumuman tersebut takkan memberi keabsahan apa pun kepada Israel dalam masalah ini," kata Abbas dalam pidato itu.

Abbas menambahkan, Yerusalem adalah Ibu Kota abadi Palestina. Rakyat Palestina menginginkan Yerusalem Timur sebagai Ibu Kota negara masa depan Palestina, sementara Israel ingin seluruh Yerusalem menjadi ibu kota abadi negara Israel.

"Masalah nasional Palestina kita berada di persimpangan jalan setelah keputusan AS mengenai Yerusalem," kata Abbas, sebagaimana dikutip Xinhua --yang dipantau Antara di Jakarta, Kamis pagi.

"Rakyat Palestina akan tetap menjadi front persatuan yang mempertahankan Jerusalem dan perdamaian serta kebebasan dan diperolehnya hak rakyat kita guna mengakhiri pendudukan dan terwujudnya perdamaian nasionalnya," ia menambahkan.

Dia juga mengutuk Amerika Serikat karena mengabaikan dan bertentangan dengan "konsensus internasional yang disampaikan oleh posisi berbagai negara di dunia".

Abbas dengan jelas menyatakan bahwa pengumuman tersebut merupakan penarikan diri dari peran AS sebagai penajam proses perdamaian. Ia menambahkan tindakan itu mendorong Israel untuk melanjutkan kebijakan pendudukan, permukiman dan pembersihan etnik.

Presiden Palestina itu mengatakan pengakuan tersebut melayani kepentingan kelompok ekstremis yang berusaha menggambarkan konflik di wilayah itu untuk perang agama.

Ia mengkonfirmasi bahwa pemimpin Palestina "terus memantau perkembangan situasi, dan bekerja dalam merancang keputusan yang tepat dan prosedur melalui konsultasi dengan teman dan saudara Arab".

Sementara itu Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu pada Rabu memuji pengakuan Trump atas Jerusalem sebagai Ibu Kota Israel sebagai tindakan "bersejarah".

Beberapa menit setelah Trump mengeluarkan pengumuman di dalam pidato di Gedung Putih, Netanyahu mengeluarkan pesan video yang telah direkam sebelumnya. Di dalam pesan tersebut, ia berterima kasih atas "keputusan berani" Trump --yang memperlihatkan komitmen Amerika pada "kebenaran kuno tapi bertahan lama".

(ris)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini