“Hari ini Poroshenko menghancurkan seluruh catatan dan masuk dalam buku sejarah sebagai seorang diktator yang melakukan hal seperti ini terhadap oposisi,” ujar Davit Sakvrarelidze di dekat sebuah pusat penahanan di Kiev.
Ajakan itu disambut oleh ratusan pengunjuk rasa yang berkumpul di dekat fasilitas penahanan tersebut. Mereka meneriakkan yel-yel yang berisi permintaan agar Saakashvili dibebaskan sambil dikelilingi oleh polisi antihuru-hara yang berjaga-jaga.
BACA JUGA: Tragis! Eks Presiden Georgia Kini Tidak Punya Kewarganegaraan
Mikheil Saakashvili diketahui pernah menjadi sekutu Petro Poroshenko. Bahan, Poroshenko mengangkatnya sebagai Gubernur Oblast Odessa pada 2015. Namun, pria berusia 49 tahun itu dipaksa mundur karena hubungan dengan pihak berwenang Ukraina semakin memburuk.
Status kewarganegaraan melalui dekrit khusus yang diberikan Poroshenko juga sudah dicabut. Dengan demikian, Mikheil Saakashvili tidak memiliki satu kewarganegaraan pun setelah melarikan diri dari Georgia. Presiden Georgia periode 2004-2013 itu dituduh terlibat dalam sejumlah tindakan kriminal hingga menjadi buronan pemerintah.
(Wikanto Arungbudoyo)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.