nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Telefon Jokowi Bahas Yerusalem, Presiden Turki: Kita Harus Yakinkan Amerika Serikat untuk Menarik Keputusannya

Rufki Ade Vinanda, Jurnalis · Minggu 10 Desember 2017 19:03 WIB
https: img.okeinfo.net content 2017 12 10 18 1828166 telefon-jokowi-bahas-masalah-yerusalem-presiden-turki-kita-harus-yakinkan-amerika-serikat-untuk-menarik-keputusannya-zUUKDUPMEN.jpg Kota Yerusalem. (Foto: Memo)

ANKARA - Presiden Turki Tayyip Erdogan dilaporkan menghubungi Presiden Indonesia, Joko Widodo (Jokowi) dan Presiden Nigeria, Muhammadu Buhari. Erdogan menghubungi pemimpin negara-negara Muslim untuk membicarakan masalah pengakuan Amerika Serikat (AS) terhadap Yerusalem.

Sebagaimana disitat dari Middle East Monitor, Minggu (10/12/2017), sumber-sumber kepresidenan Turki menyebutkan, komunikasi ini berfokus untuk menunjukkan sikap yang sama atas keputusan Negeri Paman Sam tersebut. Selain itu, Erdogan juga mengajak Presiden Jokowi dan Presiden Buhari untuk meyakinkan AS agar menarik kembali keputusannya.

BACA JUGA: Kenakan Syal Tradisional Palestina, Ratusan Umat Islam Salat di Depan Gedung Putih Protes Status Yerusalem

Dalam pembicaraan tersebut, para pemimpin negara itu juga kompak menyatakan, bahwa langkah AS akan memberikan dalam buruk perdamaian dan stabilitas di wilayah. Mereka juga menyatakan harapan pada pertemuan puncak Organisasi Kerjasama Islam (OKI) yang digelar di Istanbul pada 13 Desember mendatang akan menunjukkan kekompakan atas status Yerusalem.

Pada siang harinya, Presiden Erdogan juga menghubungi beberapa pemimpin negara lainnya di antaranya adala Presiden Prancis, Kazakhstan, Azerbaijan dan Lebanon untuk membahas masalah yang sama. Kebijakan Washington atas Yerusalem telah memicu kecaman dari berbagai pihak terutama negara-negara Muslim.

BACA JUGA: Erdogan: Terkait Yerusalem, AS Langgar Hukum Internasional

Keputusan tersebut juga telah memicu demonstrasi di Turki, Mesir, Yordania, Tunisia, Aljazair, Irak dan Indonesia. Yerusalem merupakan jantung konflik Israel-Palestina. Pengakuan Yerusalem sebagai Ibu Kota Israel oleh AS dinilai telah melanggar hukum internasional dam resolusi PBB. Pasalnya status Yerusalem seharusnya ditentukan dengan diskusi.

(rav)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini