Image

Soal Yerusalem, Hanura: Sikap Presiden Jokowi Sudah Tepat

Arief Setyadi , Jurnalis · Minggu 10 Desember 2017, 01:03 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2017 12 10 337 1827973 soal-yerusalem-hanura-sikap-presiden-jokowi-sudah-tepat-L6L2X87kML.jpg Presiden Jokowi saat menyampaikan sikapnya terhadap pengakuan AS soal Yerusalem Ibu Kota Israel. (Foto: Antara)

JAKARTA - Sikap Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengecam Pemerintah Amerika Serikat (AS) atas pengakuan Yerusalem ibu kota Israel sudah tepat. Hanya tinggal melanjutkannya dengan mengajak negara lain untuk mengeluarkan sikap yang sama.

"Sikap Pak Jokowi sudah tepat (kecam AS) dan lebih baik dilanjutkan dengan mengajak negara-negara lain, " ujar Wasekjen Hanura Tri Dianto dalam siaran persnya, Sabtu (9/12/2019).

Menurut Tri Dianto, sikap Pemerintah AS justru akan membuat konflik Palestina dan Israel kian panas. Bahkan, bisa memicu konflik di berbagai negara, karena menjadi sorotan dunia.

"Presiden Trump memang aneh dan suka bikin yang aneh-aneh. Presiden negara besar yang bikin gara-gara kan bisa dunia jadi repot semua," ujarnya.

Indonesia, sambungnya, harusnya bisa mengambil peran peran dengan menggalang kekuatan dunia untuk menggagalkan keinginan Pemerintah AS.

(Baca juga: AS Akui Yerusalem Ibu Kota Israel, Menag: Beresiko Konflik di Seluruh Dunia)

"Amerika kalau ngotot terus ya dikucilkan saja. Biar berteman sama Israel saja," pungkasnya.

Seperti diketahui,  Pemerintah AS secara sepihak mengakui bahwa Yerusalem sebagai ibu kota Israel. Bahkan,  berencana memindahkan Kantor Kedutaan Besar AS ke Yerusalem.

Diberitakan sebelumnya, Presiden Jokowi mengecam pernyataan sepihak Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump yang memberikan pengakuan Yerusalem sebagai Ibu Kota Israel. Pemerintah Indonesia meminta Negeri Paman Sam mempertimbangkan keputusan tersebut.

(Baca juga: Yerusalem Diakui Ibu Kota Israel, Hamas Serukan Pemberontakan 8 Desember)

"Indonesia mengecam keras pengakuan sepihak Amerika Serikat terhadap Yerusalem sebagai Ibu Kota Israel dan meminta Amerika Serikat mempertimbangkan kembali keputusan tersebut," kata Jokowi di Istana Bogor, Jawa Barat, Kamis 7 Desember 2017.

Kepala Negara mengatakan, pengakuan sepihak tersebut telah melanggar berbagai resolusi Dewan Keamanan dan Majelis Umum PBB, di mana AS merupakan anggota tetapnya. "Ini bisa mengguncang stabilitas keamanan dunia," tegas Jokowi.

(Baca juga: AS Akui Yerusalem Ibu Kota Israel, Menag: Beresiko Konflik di Seluruh Dunia)

(qlh)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini