Share

Netanyahu: Palestina Harus Terima Kenyataan Yerusalem Ibu Kota Israel

Wikanto Arungbudoyo, Okezone · Senin 11 Desember 2017 07:01 WIB
https: img.okezone.com content 2017 12 11 18 1828270 netanyahu-palestina-harus-terima-kenyataan-yerusalem-ibu-kota-israel-fvTUkql7sO.JPG Presiden Prancis Emmanuel Macron dalam pernyataan pers bersama dengan PM Israel Benjamin Netanyahu (Foto: Philippe Wojazer/Reuters)

PARIS – Perdana Menteri (PM) Israel, Benjamin Netanyahu, menegaskan bahwa ibu kota negaranya adalah Yerusalem. Ketua Partai Likud itu meminta agar warga Palestina mengakui fakta pahit tersebut sebelum kembali masuk ke dalam perundingan damai.

BACA JUGA: Pemerintah AS Resmi Umumkan Status Yerusalem sebagai Ibu Kota Israel 

Pernyataan tersebut dibuat oleh Netanyahu saat berkunjung ke Paris, Prancis, pada Minggu 10 Desember. Dalam kunjungan itu, Presiden Prancis Emmanuel Macron meminta Netanyahu agar melakukan sesuatu kepada orang-orang Palestina guna memecahkan kebuntuan di antara kedua negara.

“Saya meminta Perdana Menteri Netanyahu untuk melakukan suatu gestur berani terhadap Palestina untuk memecahkan kebuntuan saat ini. Pembekuan pembangunan pemukiman untuk sementara waktu bisa menjadi langkah awal,” ucap Presiden Emmanuel Macron dalam pernyataan pers bersama, mengutip dari Reuters, Senin (11/12/2017).

Pria berusia 39 tahun itu menyatakan, Prancis yakin bahwa solusi dua negara (two-state solution) adalah satu-satunya opsi nyata untuk mengakhiri konflik Israel-Palestina. Netanyahu merespons dengan menyatakan bahwa Palestina harus sadar pihak lainnya memiliki hak untuk eksis.

“Hal paling penting terkait perdamaian adalah pertama-tama mengakui bahwa pihak lain memiliki hak untuk eksis. Salah satu manifestasi dari penolakan tersebut adalah keengganan duduk bersama dengan Israel. Ini gestur yang saya tawarkan, Abbas duduk dan merundingkan perdamaian. Itu adalah gestur untuk perdamaian. Tidak ada yang lebih simpel,” ujar Benjamin Netanyahu.

BACA JUGA: Erdogan: Terkait Yerusalem, AS Langgar Hukum Internasional 

Pria berambut putih itu juga sempat membalas kritikan yang dilancarkan oleh Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan. Netanyahu mengatakan dirinya tidak mau mendapatkan kuliah moral dari sang pemimpin Turki.

BACA JUGA: PM Israel Didemo Ribuan Warganya karena Korupsi di Tengah Kecaman Internasional Terkait Yerusalem

Benjamin Netanyahu juga menganggap upaya-upaya untuk menolak jutaan koneksi antara orang-orang Yahudi dengan Yerusalem sebagai sebuah langkah absurd. Sebab, banyak bukti yang menyatakan bahwa Yerusalem adalah benar Ibu Kota Israel.

“Anda bisa membacanya di sebuah buku yang sangat bagus, namanya Injil. Anda bisa baca di Injil. Anda bisa dengar dari sejarah-sejarah komunitas Yahudi lewat diaspora kami. Di mana lagi Ibu Kota Israel, selain Yerusalem? Semakin cepat Palestina menerima kenyataan ini, semakin cepat kita melaju menuju perdamaian,” tutup Benjamin Netanyahu, melansir dari BBC.

(war)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini