Yordania Pertimbangkan Kembali Perjanjian Damainya dengan Israel

ant, · Senin 11 Desember 2017 10:30 WIB
https: img.okezone.com content 2017 12 11 18 1828369 yordania-pertimbangkan-kembali-perjanjian-damainya-dengan-israel-OLz2ro55by.jpg Foto: Reuters

AMMAN - Majelis Rendah Yordania pada Minggu, 10 Desember menyetujui usul untuk mengkaji kembali kesepakatan perdamaian antara Yordania dan Israel setelah Amerika Serikat (AS) memutuskan untuk mengakui Jerusalem sebagai Ibu Kota Israel. Diwartakan kantor berita Yordania, Petra, Majelis Rendah mengeluarkan keputusan tersebut selama sidang untuk membahas keputusan Washington dan konsekuensinya.

BACA JUGA: Sejarah Pendudukan Israel di Yerusalem

Majelis Rendah menugaskan Komite Hukumnya untuk meneliti kembali semua kesepakatan dengan Israel termasuk Kesepakatan Perdamaian Wadi Araba. Perjanjian yang ditandatangani Israel dan Yordania pada 1994 itu mengatur hubungan antara kedua negara, menyelesaikan sengketa darat dan laut serta menegaskan bahwa baik Yordania mau pun Israel tidak akan mengizinkan wilayahnya menjadi lokasi persiapan serangan udara dari negara ketiga.

Yordania, yang dengan keras mengutuk keputusan AS dan menyuarakan penolakannya terhadap tindakan itu, menyaksikan beberapa demonstrasi oleh partai politik dan pegiat guna menentang keputusan AS tersebut.

Laporan Xinhua yang dipantau Antara, Senin (12/11/2017), dalam sidang yang digelar Minggu, Ketua Majelis Rendah, Atef Tarawneh mengatakan Yordania akan terus melancarkan upaya untuk menemukan penyelesaian bagi keputusan tersebut dan mempertahankan Jerusalem.

Tarawneh mengatakan pertemuan darurat akan diselenggarakan pekan ini oleh Organisasi Kerja Sama Islam (OKI) di Turki dengan diikuti oleh Jordania, untuk menilai keadaan. Satu pertemuan direncanakan diadakan pada Senin, 11 Desember di Ibu Kota Mesir, Kairo, oleh Parlemen Arab atas permintaan Yordania.

BACA JUGA: Palestina Harus Terima Kenyataan Yerusalem Ibu Kota Israel

Anggota parlemen tersebut mengatakan persatuan di kalangan rakyat Yordania adalah kunci untuk menghadapi tantangan saat ini.

(dka)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini