BERLIN – Kanselir Jerman, Angela Merkel menyatakan, pengakuan Amerika Serikat (AS) terkait Yerusalem sebagai Ibu Kota Israel tidak seharusnya digunakan sebagai pembenaran slogan-slogan anti-Semit di negaranya.
BACA JUGA: Kedubes AS di Jerman Digeruduk Massa yang Mengamuk, Bendera Israel Dibakar
Komentar tersebut dikeluarkan setelah 2.500 orang menggeruduk Kedubes AS di Berlin pada Minggu 10 Desember malam waktu setempat. Massa pengunjuk rasa bahkan membakar bendera Israel dalam demonstrasi tersebut. Merkel mengatakan, Jerman akan melawan segala bentuk xenophobia dengan kekuatan penuh.
“Kami mengecam segala bentuk anti-Semit dan xenophobia. Ketidaksetujuan, bahkan terkait status Yerusalem, tidak sama sekali dapat membenarkan aksi tersebut,” ujar Angela Merkel, melansir dari Reuters, Selasa (12/12/2017).
BACA JUGA: Pemerintah AS Resmi Umumkan Status Yerusalem sebagai Ibu Kota Israel