nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Iran: Pengakuan AS Terkait Yerusalem Percepat Kehancuran Israel

Wikanto Arungbudoyo, Jurnalis · Selasa 12 Desember 2017 04:04 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2017 12 12 18 1828849 iran-pengakuan-as-terkait-yerusalem-percepat-kehancuran-israel-RsDdGdDXAn.JPG Warga Palestina membawa bendera nasional saat berunjuk rasa menentang pengakuan Yerusalem sebagai Ibu Kota Israel (Foto: Mohammed Salem/Reuters)

TEHERAN – Pengakuan Amerika Serikat (AS) atas Yerusalem sebagai Ibu Kota Israel hanya akan mempercepat kehancuran negara Yahudi tersebut. Pernyataan tersebut diungkapkan oleh Menteri Pertahanan Iran, Brigadir Jenderal Amir Hatami.

“Langkah tersebut akan mempercepat kehancuran rezim Zionis dan akan melipatgandakan kesatuan Muslim,” ujar Brigadir Jenderal Amir Hatami, mengutip dari Reuters, Selasa (12/12/2017).

BACA JUGA: Pemerintah AS Resmi Umumkan Status Yerusalem sebagai Ibu Kota Israel

Sementara itu, Kepala Staf Angkatan Bersenjata, Jenderal Mohammad Baqeri mengatakan, langkah bodoh pemerintah AS itu dapat dilihat sebagai kebangkitan intifada baru atau pemberontakan Palestina. Iran diketahui adalah pendukung sejumlah kelompok militan anti-Israel.

Pejabat-pejabat tinggi Iran adalah pendukung utama bagi Palestina. Bahkan, dukungan terhadap Palestina sudah menjadi titik sentral kebijakan luar negeri Iran sejak Revolusi Islam 1979. Apalagi, para pejabat tinggi berseberangan atau menjadi oposisi bagi Israel di kawasan Timur Tengah.

BACA JUGA: Dikunjungi PM Israel, Uni Eropa Kukuh Hormati Konsensus Internasional Yerusalem 

Wakil Komandan Garda Revolusi Iran, Brigadir Jenderal Hossein Salami, yakin bahwa kelompok militan Hizbullah yang berbasis di Lebanon, tetangga Israel, memiliki kekuatan yang lebih hebat dibandingkan rezim Zionis. Pernyataan senada diungkapkan Kepala Divisi Operasi Garda Revolusi, Qassem Soleimani.

Ia berjanji bahwa Republik Islam Iran mendukung penuh terhadap gerakan pemberontakan Islam Palestina. Janji tersebut dinyatakan setelah Qassem menelefon komandan Hamas dan Brigade Izz al Deen Qassam, salah satu sayap Hamas.

BACA JUGA: Netanyahu: Palestina Harus Terima Kenyataan Yerusalem Ibu Kota Israel

Sebagaimana diberitakan, pemerintah AS mengumumkan status Yerusalem sebagai Ibu Kota Israel pada 6 Desember. Pengakuan tersebut diiringi dengan perintah memindahkan Kedutaan Besar (Kedubes) dari Tel Aviv ke Yerusalem. Terang saja, pengakuan tersebut ditentang oleh sebagian besar negara di dunia.

(war)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini