JAKARTA – Kepolisian Indonesia telah menelaah berbagai ancaman yang akan terjadi saat Natal dan perayaan Tahun Baru 2018.
Kapolri Jenderal Tito Karnavian mengatakan ada tiga hal yang patut diwaspadai pihaknya. Pertama soal terorisme.
Tito menekan agar pihaknya tidak kecolongan oleh aksi terorisme. "Pengalaman kita bekerja tidak ingin sampai kecolongan. Kita lakukan langkah-langkah dulu dengan penangkapan, pendekatan, soft dan lain-lain," katanya di komplek Mabes Polri, Jalan Trunojoyo, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Selasa (11/12/2017).
Baca Juga: Polri Gandeng Ormas Islam Amankan Natal dan Tahun Baru
Masalah kedua yang menjadi sorotan Polri yakni persoalan arus mudik dan arus balik yang diperkirakan memuncak pada akhir Desember 2017 dan awal Januari 2018.
"Yang kedua kita waspadai arus mudik dan balik. Kenapa ? karena tanggal 25-26 itu Senin dan Selasa. Kalau masyarakat ambil cuti sampai dengan tanggal 1-2 berarti liburnya panjang ini, libur panjang ini bisa terjadi migrasi arus mudik dan arus balik. Meski beda dengan Lebaran," lanjutnya.
Terakhir, hal yang harus diperhatikan pada saat perayaan Natal yakni permintaan pangan atau bahan bahan pokok makanan.
Simak Juga: Ini 5 Titik Pusat Perayaan Tahun Baru di Jakarta
Tito menuturkan pihaknya sudah menjalin kerjasama dengan Menteri Pertanian Amran Sulaiman, Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto, dan Badan Urusan Logistik (Bulog).
“Kemudian kita waspada juga karena ini musim perayaan, kemeriahan. Maka biasanya demand (permintaan-red) pangan tinggi, beras minyak gula dan lain-lain. Oleh karena itu kita lakukan rapat stabilitasi harga pangan. Kemarin sudah dengan Mentan, Menperin, Bulog," tutupnya.
(Rachmat Fahzry)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.