Share

Jelang KTT-LB OKI, Menlu Turki: Dunia Harus Akui Yerusalem sebagai Ibu Kota Palestina

Putri Ainur Islam, Okezone · Rabu 13 Desember 2017 15:05 WIB
https: img.okezone.com content 2017 12 13 18 1829718 jelang-ktt-lb-oki-menlu-turki-dunia-harus-akui-yerusalem-sebagai-ibu-kota-palestina-gPnHtaX3Fe.jpg Menlu Turki Mevlut Cavusoglu. (Foto: Reuters)

ISTANBUL - Turki adalah salah satu negara yang paling vokal dalam menyerukan ketidaksetujuannya terhadap pengakuan Amerika Serikat (AS) yang menyatakan bahwa Yerusalem adalah ibu kota Israel. Turki kembali menyerukan agar dunia mengakui Yerusalem Timur sebagai ibu kota Palestina. Hal tersebut disampaikan oleh Menteri Luar Negeri (Menlu) Turki Mevlut Cavusoglu.

"Pertama, negara Palestina harus diakui oleh seluruh negara. Kita semua harus berjuang bersama untuk ini," tegas Menlu Mevlut Cavusoglu dalam perkumpulan menteri luar negeri menjelang KTT OKI, dilansir dari Reuters, Rabu (13/12/2017).

"Kita harus mendorong negara-negara lain untuk mengenali negara Palestina berdasarkan perbatasan 1967 dengan Yerusalem Timur sebagai ibu kotanya," tambah Cavusoglu.

BACA JUGA: Cerita Umat Kristiani Palestina Protes Pengakuan Yerusalem Ibu Kota Israel

Yerusalem yang merupakan kota suci bagi Islam, Kristen, dan Yahudi, merupakan rumah bagi situs tersuci ketiga di Islam dan telah menjadi jantung konflik Israel-Palestina selama beberapa dekade. Israel mengakui Yerusalem Timur dalam perang Timur Tengah pada 1967 dan kemudian mencaploknya, sebuah tindakan yang tidak diakui secara internasional.

BACA JUGA: Indonesia dan Eropa Tegaskan Dukungan terhadap Status Quo Yerusalem

Sekadar informasi, Konflik Palestina-Israel berawal sejak Perang Dunia I dengan diterbitkannya Deklarasi Balfour yang ditandatangani oleh Menteri Luar Negeri Inggris, Lord Arthur James Balfour pada 2 November 1917. Deklarasi tersebut dikirimkan kepada warga keturunan Yahudi terkemuka, Baron Lionel Walter Rothschild. Deklarasi tersebut berisi dukungan Inggris terkait pendirian pembentukan negara Yahudi di tanah Palestina.

Sumber: Youtube/Al Jazeera

Konflik tersebut diperuncing saat Presiden AS Donald Trump pada minggu lalu mengakui bahwa Yerusalem sebagai ibukota Israel. Hal tersebut pastinya menimbulkan protes di banyak negara-negara terutama negara Islam. Turki bahkan mengatakan bahwa pengakuan tersebut akan menjerumuskan dunia ke dalam api tanpa akhir.

BACA JUGA: 4 Warga Palestina Tewas dan 1.632 Terluka oleh Tentara Israel Selama Demonstrasi Terkait Yerusalem

Turki juga telah mengundang para pemimpin Organisasi Kerjasama Islam (OKI), sebuah kelompok yang terdiri lebih dari 50 negara Islam. Para anggota OKI akan membicarakan terkait respons selanjutnya yang akan diberikan atas keputusan kontroversial Negeri Paman Sam.

Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) turut hadir dalam konferensi luar biasa tersebut. Mantan gubernur Jakarta itu akan menyampaikan penolakan rakyat Indonesia atas pengakuan sepihak Amerika Serikat.

"Pada kesempatan tersebut saya akan menyampaikan penolakan kita, rakyat Indonesia, atas pengakuan sepihak Amerika dan meminta negara OKI untuk membulatkan suara dan persatuan guna membela Palestina," kata Jokowi di Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur, Selasa 12 Desember.

Selain itu, Presiden Jokowi juga memastikan bahwa Pemerintah Indonesia menyampaikan beberapa langkah baik yang dapat dilakukan individu juga bersama negara-negara OKI dalam membela Palestina. ‎

(pai)

Baca Juga: Tidak Hanya Berantas Pencurian Ikan, Ini Bukti Nyata Ketegasan KKP

(rfa)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini