Image

Kasus E-KTP, 2 Bos Ini 'Guyur' Setya Novanto USD7,3 juta

Arie Dwi Satrio, Jurnalis · Rabu 13 Desember 2017, 19:34 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2017 12 13 337 1829922 kasus-e-ktp-2-bos-ini-guyur-setya-novanto-usd7-3-juta-UTZBBzoWb0.jpg Terdakwa kasus korupsi e-KTP, Setya Novanto (foto: Antara)

JAKARTA - Terdakwa perkara dugaan korupsi e-KTP Setya Novanto 'diguyur' uang sebanyak USD7,3 juta dari Eks Direktur PT Murakabi Sejahtera sekaligus keponakan Setnov, Irvanto Hendra Pambudi Cahyo dan mantan bos PT Gunung Agung, Made Oka Masagung.

Hal tersebut disampaikan oleh Jaksa Penuntut KPK, Eva Yustisiana dalam sidang perdana perkara korupsi e-KTP dengan terdakwa Setnov di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor), Jakarta Pusat, Rabu (13/12/2017).

"Total uang yang diterima terdakwa melalui Irvanto Hendra Pambudi Cahyo maupun Made Oka Masagung seluruhnya berjumlah USD7.300.000," ujar Jaksa Eva Yustisiana saat membacakan dakwaan di Pengadilan Tipikor, Jakarta Pusat, Rabu (13/12/2017).

 Setya Novanto Kembali Jalani Pemeriksaan Kasus KTP-El dengan Tersangka Anang Sugiana

Jaksa Eva merinci aliran dana tersebut, Setnov menerima uang dari Irvanto, sebanyak USD3,5 juta yang diberikan pada bulan Januari sampai Februari 2012.

(Baca juga: Lobi Ganjar Pranowo, Setnov: Jangan Galak-Galak untuk Urusan E-KTP)

Sementara itu penerimaan uang dari Made Oka, sebanyak USD3,8 juta dengan melalui dua rekening yang berbeda. Pertama, OCBC Center Branch atas nama OEM Investment, Ptd.Ltd sejumlah USD1,8 juta dan melalui rekening Delta Energy, Pte. Ltd di Bank DBS Singapura sebanyak USD2 juta.

Dalam dakwaannya, uang tersebut diberikan untuk komitmen fee yang merupakan jatah untuk terdakwa dan anggota DPR sebanyak lima persen dari nilai proyek. Dalam hal ini, proyek e-KTP bernilai Rp5,9 triliun.

"Guna melaksanakan kesepakatan tersebut, selanjutnya Johannes Marliem dan Anang Sugiana mengirimkan uang kepada terdakwa terlebih dahulu yang disamarkan menggunakan beberapa nomor rekening perusahaan dan money changer baik di dalam maupun di luar negeri," paparnya.

(Baca juga: Uang Korupsi E-KTP untuk Setnov Disamarkan Melalui Rekening Perusahaan)

Jaksa penuntut KPK sebelumnya memaparkan sejumlah pertemuan Setnov dengan beberapa pihak terkait dengan pembahasan proyek e-KTP.

 Dengan Tubuh Lemas dan Wajah Pucat, Setya Novanto Jalani Sidang Perdana Kasus KTP Elektronik

Setya Novanto didakwa secara bersama-sama melakukan perbuatan tindak pidana korupsi yang mengakibatkan ‎kerugian negara sekira Rp2,3 triliun dalam proyek pengadaan e-KTP, tahun anggaran 2011-2013.

Setya Novanto selaku mantan Ketua fraksi Golkar diduga mempunyai pengaruh penting untuk meloloskan anggaran proyek e-KTP yang sedang dibahas dan digodok di Komisi II DPR RI pada tahun anggaran 2011-2012.

Atas perbuatannya, Setya Novanto didakwa melanggar Pasal 2 Ayat (1) atau Pasal 3 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana diubah dalam UU Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi Juncto Pasal 55 Ayat (1) ke-1 KUHP.

 

(wal)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini