"Berdasarkan AD/ART sehubungan dengan masalah hukum Pak SN, maka jabatan Ketum dinyatakan lowong. Pengisian jabatan lowong dilakukan melalui rapat pleno dan memutuskan pergantian Ketum dari Pak SN kepada Pak Airlangga," kata Nurdin Halid.
(Baca Juga: Airlangga Hartarto Jadi Ketum Golkar Gantikan Setya Novanto)
Usai ditetapkan menjadi Ketua Umum, Airlangga mengucapkan terima kasih kepada semua pihak. Ia menegaskan bahwa saat ini tidak faksi-faksi di tubuh partai berlambang pohon beringin itu. Airlangga pun akan mengajak seluruh elemen Golkar untuk menyelesaikan agenda politik pada tahun mendatang.
"Kami tegaskan tidak ada faksi-faksi di Partai Golkar. Kami kerja bersama menyelesaikan agenda politik, apakah Pileg atau Pilpres. Dukungan dari masyarakat seluruh stakeholder, kami ucapkan terima kasih," ujar Airlangga.
(Baca Juga: Dipilih Jadi Ketum Golkar, Airlangga Komitmen Dukung Jokowi pada Pilpres 2019)
(Erha Aprili Ramadhoni)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.