Share

Konflik Palestina-Israel, Ini Rumus 7P yang Bisa Jadi Solusi

Jum'at 15 Desember 2017 21:34 WIB
https: img.okezone.com content 2017 12 15 18 1831151 konflik-palestina-israel-ini-rumus-7p-yang-bisa-jadi-solusi-1eSgEuf98c.JPG Seorang warga Palestina membawa bendera nasional dalam unjuk rasa (Foto: Mohammed Salem/Reuters)

JAKARTA – Konflik Palestina-Israel telah berlangsung sekira 100 tahun, setidaknya sejak Deklarasi Balfour diterbitkan pada 1917. Selama satu abad itu pula, belum ada solusi yang benar-benar dapat menyelesaikan kisruh wilayah antara Palestina-Israel.

Konflik itu memasuki babak baru ketika Pemerintah Amerika Serikat (AS) mengumumkan bahwa Yerusalem adalah ibu kota Israel. Sebagian besar negara di dunia mengecam klaim AS tersebut, terutama Indonesia. Presiden Joko Widodo mengecam keras, bahkan menyampaikan dengan lugas dukungan Indonesia kepada Palestina dalam KTT Luar Biasa OKI di Istanbul, Turki, belum lama ini. Menlu RI, Retno LP Marsudi, juga memanggil Dubes AS untuk Indonesia, Joseph R Donovan Jr untuk mengklarifikasi isu tersebut.

Pendiri Foreign Policy Community of Indonesia (FPCI) Dr. Dino Patti Djalal, menyesali keputusan Trump yang yang menurutnya sangat tidak bijak. “Di tengah segala luapan emosi, mungkin perlu dipikirkan seperti apa kira-kira skenario penyelesaian masalah Palestina ke depan,” ujar Dino dalam Diskusi bertajuk The Future of Palestine: The Road To Unity, Independence and Peace, di Sekretariat FPCI di Mayapada Tower, Jakarta Pusat, Jumat (15/12/2017).

Dino pun mengusulkan solusi penyelesaian konflik dengan 7 langkah yang ia sebut “7P”. Langkah-langkah itu adalah penundaan pemindahan kedutaan AS, persatuan fraksi-fraksi politik Palestina, perhatian dunia terhadap isu tersebut, perundingan antara Palestina-Israel, paket solusi, pemerintahan yang mapan, dan politik dalam negeri Israel.

"Langkah pertama yang paling mungkin dilakukan saat ini adalah menunda pemindahan kedutaan besar AS ke Palestina mengingat banyaknya pertentangan dari dunia Internasional baik dunia Islam maupun sekutunya di dunia barat," ujar Dino.

Tak hanya itu, Dino juga menyoroti turunnya perhatian dunia atas isu Palestina karena bermacam kisruh demokratisasi Timur Tengah. Karena itulah, Dino menekankan Pemerintah Indonesia agar gencar menyoroti kembali masalah Israel-Palestina.

“Kecaman dunia terhadap pernyatan Presiden Amerika Serikat mengenai Yerusalem merupakan peluang yang baik untuk mengembalikan perhatian dunia terhadap Palestina,” imbuhnya.

Dari aspek diplomasi Israel sendiri, Dino melihat bahwa selama masa kepemimpinan PM Benjamin Netanyahu, perundingan antara kedua kubu sama sekali tidak pernah dilakukan. Padahal selama tidak ada perundingan, selama itu juga negara Palestina yang berdaulat tidak akan berdiri. Untuk itu format perundingan yang paling pas perlu dirumuskan untuk mencapai kesepakatan jika sewaktu-waktu perundingan diadakan.

“Sepanjang PM Netanyahu berkuasa, saya melihat prospek perundingan Palestina-Israel semakin redup. Dan Pemerintah AS lebih memilih mengekor PM Netanyahu ketimbang sebaliknya,” tukasnya.

Dino juga menyoroti masalah menyusutnya paket bantuan ekonomi dunia untuk Palestina. Menurutnya, berbagai program pelatihan dan pemberian paket ekonomi sangat penting diberikan. Upaya tersebut dilakukan untuk mencegah pemerintahannya ambruk karena mengalami kesulitan ekonomi saat Palestina mencapai kemerdekaan penuh.

Ia juga mengkritik betapa Indonesia belum menjadi pihak utama yang berperan dalam upaya damai Israel-palestina secara diplomasi.

“Indonesia mampu memberikan bantuan besar dengan cara menjadikan isu Palestina sebagai isu dunia dan membantu Palestina untuk mempersiapkan pemerintahan yang matang. Bantuan itu dapat diberikan dengan cara memberikan dukungan moral, politik, diplomatik, ekonomi dan ekonomi untuk Palestina,” tegas Dino.

Turut hadir dalam diskusi itu, Duta Besar Palestina untuk Indonesia, H.E. Dr. Zuhair S. M. Al Shun dan Duta Besar Yordania untuk Indonesia H. E. Walid Al Hadid. Dubes Zuhair menyampaikan apresiasi atas perhatian Indonesia.

“Kami berterima kasih atas dukungan yang telah diberikan rakyat Indonesia untuk Palestina,” ujarnya yang langsung disambut tepuk tangan para peserta.

Dukungan yang sama disampaikan Walid. “Yordania mendukung Palestina karena memiliki hubungan yang spesial dengan Palestina berdasarkan sejarah kedua negara,” tukasnya.

(Griska Laras Widanti/Magang)

Baca Juga: Peringati Hari Lahir Pancasila, Pengawas KKP Lakukan Upacara Bawah Laut

(war)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini