Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Salah Satu Shinkansen Retak, Menteri Transportasi Jepang Minta 4.800 Kereta Peluru Diperiksa

Rahman Asmardika , Jurnalis-Sabtu, 16 Desember 2017 |05:36 WIB
Salah Satu Shinkansen Retak, Menteri Transportasi Jepang Minta  4.800 Kereta Peluru Diperiksa
Foto: Reuters
A
A
A

TOKYO – Menteri Transportasi Jepang Keiichi Ishii telah memerintahkan lima perusahaan perkeretaapian, Japan Railways (JR) yang mengoperasikan kereta peluru (shinkansen) untuk melakukan pemeriksaan pada 4.800 kereta mereka yang beroperasi di seluruh negeri. Langkah itu diumumkan Ishii setelah Negeri Matahari Terbit mengalami tanda-tanda berbahaya terhadap rekor keselamatan kereta pelurunya.  

BACA JUGA: Kereta Shinkansen Tipe Baru Siap Beroperasi

Menyusul ditemukannya retakan dan kebocoran minyak, kereta shinkansen Nozomi 34 terpaksa ditarik dari pelayanan, sekira tiga setengah jam dari perjalanan sejauh lima jam yang harus ditempuhnya. Dari 1.000 penumpangnya, tidak ada yang mengalami luka-luka dan menjaga rekor keselamatan tanpa korban yang dipegang shinkansen sejak pertama kali beroperasi pada 1964.

“Sangat penting untuk memastikan keamanan shinkansen yang mutlak, " kata Ishii sebagaimana dilansir dari Straits Times, Sabtu (16/12/2017).

Meski tidak ada korban, dia tetap mencatat bahwa kejadian itu adalah insiden pertama yang terjadi pada shinkansen dan mempertanyakan kenapa kereta yang dioperasikan oleh JR Barat itu diizinkan beroperasi selama tiga jam setelah ada tanda-tanda berbahaya, termasuk bau terbakar yang telah disampaikan oleh kondektur kereta.

Nozomi 34 ditarik pelayanan pada Senin, pukul 5 sore setelah ditemukan retakan dan kebocoran minyak. Badan Keselamatan Transportasi Jepang menyebutnya sebagai sebuah insiden serius karena retakan sebesar sekira 10 sentimeter itu dapat mengakibatkan insiden maut anjloknya kereta dalam kecepatan tinggi.

Perusahaan JR Pusat berada dalam sorotan karena beberapa insiden yang terjadi baru-baru ini.

Pada Rabu, 13 Desember, kereta shinkansen Kodama 684 yang melayani rute Nagoya-Tokyo berangkat dari stasiun tanpa membuka pintu terlebih dahulu untuk para penumpangnya yang menunggu. Kereta itu terpaksa mundur sejauh 20 meter setelah menerima peringatan dari kepala stasiun.

JR Pusat juga mendapat sorotan karena salah satu karyawannya diduga telah membocorkan informasi selama proses tender sebuah proyek pembuatan pintu keluar darurat di Nagoya untuk jalur maglev (pengikat levitasi) yang baru.

(Rahman Asmardika)

News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement