nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Presiden Zimbabwe Janji Pimpin Negara Tanpa Berpihak pada Suatu Ras

Putri Ainur Islam, Jurnalis · Sabtu 16 Desember 2017 15:24 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2017 12 16 18 1831353 presiden-zimbabwe-janji-pimpin-negara-tanpa-berpihak-pada-suatu-ras-DF5OYORkZO.jpg Presiden Zimbabwe Emmerson Mnangagwa saat menghadiri kongres Zanu-PF. (Foto: Xinhua)

HARARE - Presiden Zimbabwe Emmerson Mnangagwa membuka kongres partai yang paling berkuasa di Zimbabwe, ZANU-PF, yang digelar pada Jumat 15 Desember. Dalam kongres itu, presiden yang dilantik pada November tersebut berjanji untuk tidak menjadi Presiden Zimbabwe yang berpihak pada satu ras.

Dalam pidato pertamanya dalam sebuah kongres sejak mengambil alih jabatan sebagai presiden dan sekretaris pertama partai tersebut, Mnangagwa mengatakan bahwa partai tersebut, yang telah dibajak oleh faksi G40, harus segera memperbaiki dan memposisikan dirinya sebagai partai yang mewakili masa depan negara tersebut.

BACA JUGA: Presiden Baru Zimbabwe Copot Menteri Pendidikan yang Baru Sehari Diangkat

"Kita semua harus kembali ke sumber untuk memperbaiki partai dan mendapatkan kembali kepercayaan rakyat," ungkap Mnangagwa, dilansir dari Xinhua, Sabtu (16/12/2017).

"Kita seharusnya tidak menjadi partai masa lalu, kita harus menjadi partai untuk masa depan, pesta kemakmuran dan keturunan," tambah Kepala Negara.

Mnangagwa mengajukan permohonan untuk bersatu dalam negara terpolarisasi secara politis, berjanji bahwa dia akan menjadi presiden bagi semua warga Zimbabwe tanpa memandang ras, suku, atau etnis.

BACA JUGA: Presiden Baru Zimbabwe Tunjuk Pejabat Militer Senior untuk Duduki Kursi Menteri

"Kekuatan saya untuk memimpin partai tidak berarti kekalahan satu faksi dan pemasangan yang lain. Keteguhan saya tidak berarti kenaikan kekayaan daerah, suku, atau totem tertentu. Kepresidenan saya adalah tentang ZANU-PF yang bersatu, pesta seumur hidup dengan pandangan nasional. Saya berdiri di hadapan Anda karena menjadi Presiden Zimbabwe yang bersatu dan non-rasial. Saya adalah presiden untuk semua, pria dan wanita, kaum muda dan tua, kaya dan miskin, sehat dan yang sakit," tegas Mnangagwa.

Presiden meramalkan masa depan yang cerah bagi Zimbabwe setelah intervensi militer pada November yang menyebabkan pengunduran diri presiden berkuasa terlama di dunia, Robert Mugabe, dan pengunduran diri pemerintahan barunya.

BACA JUGA: Dilantik sebagai Presiden Zimbabwe, Mnangagwa: Terima Kasih Robert Mugabe

Presiden Mnangagwa juga memberi hormat kepada Pasukan Pertahanan Zimbabwe untuk tindakan damai di mana melakukan intervensi yang kemudian dikenal sebagai "Operation Restore Legacy".

"Operation Restore Legacy adalah tentang negara, masa lalu, sekarang dan masa depannya, tentang mengamankan masa depan generasi sekarang dan masa depan," tukasnya.

(pai)

(rfa)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini