Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Terkait Rencana Kunjungan Wapres AS ke Yerusalem, Kelompok Pembebasan Palestina Serukan Demonstrasi

Rufki Ade Vinanda , Jurnalis-Minggu, 17 Desember 2017 |05:18 WIB
Terkait Rencana Kunjungan Wapres AS ke Yerusalem, Kelompok Pembebasan Palestina Serukan Demonstrasi
Demonstrasi warga Palestina pecah terkait Yerusalem. (Foto: AFP)
A
A
A

RAMALLAH - Kelompok Fatah atau at-Tahrir al-Wathani al-Filasthini yaitu kelompok pembebasan Palestina menyerukan aksi demonstrasi pada pekan depan. Rencana unjuk rasa ini rencananya digelar ketika Wakil Presiden (Wapres) Amerika Serikat (AS) Mike Pence berkunjung ke Yerusalem.

Sebagaimana diketahui, Wapres Pence sebelumnya dijadwalkan untuk bertemu dengan Presiden Palestina Mahmoud Abbas pada Selasa pada 19 Desember. Namun, Presiden Abbas telah menolak untuk bertemu dengan Pence menyusul keputusan Pemerintah AS untuk mengakui Yerusalem sebagai Ibu Kota Israel.

BACA JUGA: Protes Pengakuan Status Yerusalem, Presiden Palestina Tolak Temui Wapres AS

Selain itu, Presiden Abbas juga menegaskan tak akan lagi menerima peran Washington untuk terlibat dalam proses perdamaian Palestina-Israel. Sebagaimana diwartakan AFP, Minggu (17/12/2017), kelompok Fatah menyerukan satu hari "demonstrasi" di dekat Yerusalem dan Kota Tua. Aksi ini akan digelar dengan tajuk "melawan kunjungan wakil presiden Amerika dan keputusan Trump."

Lautan Umat Muslim Bangladesh Turun ke Jalan Demo Pengakuan Sepihak AS atas Yerusalem

Umat Islam di Bangladesh turun ke jalan memprotes pengakuan sepihak AS atas Yerusalem. (Foto: Reuters)

Seruan untuk melakukan demonstrasi ditujukan pada ribuan bahkan jutaan warga Palestina. Sebelumnya, ribuan warga berkumpul bersama untuk mengadakan prosesi pemakaman terhadap 6 korban tewas dalam bentrokan dengan pasukan Israel di Tepi Barat dan di Jalur Gaza. Para warga mengantarkan sahabat mereka ke peristirahatan terakhir sembari menyerukan slogan-slohan anti Amerika.

BACA JUGA: Gereja Koptik Mesir dan Ulama Pimpinan Al Azhar, Mesir, Ahmed al Tayeb

Para korban dimakamkan di Desa Beit Ula, yang terletak di antara Yerusalem dan Tepi Barat yang diduduki Israel. Salh satu korban tewas di Gaza yang bernama Ibrahim Abu Thurayeh merupakan seorang difabel yang hanya memiliki satu kaki. Mendiang Ibrahim sebelumnya telah kehilangan kakinya karena serangan Israel satu dekade lalu.

Meski menjadi tak sempura, pria berkursi roda tersebut tetap melanjutkan perjuangannya membela bangsanya hingga meregang nyawa. Kerusuhan yang pecah di Gaza masih terus berlangsung hingga saat ini. Selain Presiden Abbas, penolakan terhadap kehadiran Pence ke Yerusalem juga diungkapkan oleh Gereja Koptik Mesir dan Ulama Pimpinan Al Azhar, Mesir, Ahmed al Tayeb.

(Rufki Ade Vinanda)

News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement