JAKARTA - Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR), Zulkifli Hasan mengecam kebijakan Pemerintah Amerika Serikat (AS) atas pengakuan sepihak Yerusalem adalah Ibu Kota Israel.
Menurut Zulkifli, dukungannya terhadap Palestina dan mendorong Pemerintah Indonesia untuk kemerdekaan Palestina, karena jelas dalam dasar negara bahwa kemerdekaan adalah hak segala bangsa.
"Jelas, kemerdekaan itu hak segala bangsa, oleh karena itu, penjajahan di atas dunia harus dihapus karena tidak sesuai dengan prikemanusiaan dan prikeadilan," ujarnya usai menghadiri aksi 1712 Bela Palestina, di kawasan Monas, Jakarta Pusat, Senin (17/12/2017).
(Baca Juga: Dari Timur Indonesia untuk Palestina)
Ketua Umum Partai Amanat Nasional (PAN) itu menambahkan, keputusan Pemerintah AS juga bertentangan dengan nilai-nilai yang terkandung dalam Pancasila. Khususnya, dalam sila kedua yakni kemanusiaan yang adil dan beradab.
"Harus kita mengutuk karena kejahatan kemanusiaan. Jelas bertentangan dengan Pancasila, khususnya sila kedua," ujarnya.
Bahkan, sambungnya, kebijakan Pemerintah AS menyimpang dari konstitusi pemerintahannya sendiri yang menganut asas-asas kemerdekaan dan menjunjung tinggi Hak Asasi Manusia (HAM).
(Baca Juga: Salawat dan Takbir Mengiringi Massa Aksi Bela Palestina Tinggalkan Kedubes AS)
"Presiden Amerika yang terdahulu berjuang keras untuk mendamaikan, untuk mencari solusi bagi kedua negara. Trump berkhianat terhadap rakyatnya, terhadap pemimpin terdahulu, berkhianat terhadap resolusi PBB, dan berkhianat terhadap perdamaian dunia. Jadi, Trump memang brengsek," tandasnya.
(Arief Setyadi )
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.