Presiden Zimbabwe Isyaratkan Tunjuk Pemimpin Kudeta Pemerintahan Mugabe sebagai Wapres

Putri Ainur Islam, Jurnalis · Rabu 20 Desember 2017 04:22 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2017 12 20 18 1833127 presiden-zimbabwe-isyaratkan-tunjuk-pemimpin-kudeta-pemerintahan-mugabe-sebagai-wapres-Pchs9GLZqZ.jpg Presiden Zimbabwe Emmerson Mnangagwa. (Foto: Reuters)

HARARE - Presiden Zimbabwe Emmerson Mnangagwa memberi sinyal sangat jelas pada Selasa 19 Desember. Ia mengisyaratkan bahwa akan menunjuk pemimpin militer yang juga memimpin kudeta penggulingan Robert Mugabe, Jenderal Constantino Chiwenga, untuk menjadi wakil presiden (wapres).

Pada upacara yang menandai pensiun dan penyerahan kendali militer dari Jenderal Constantino Chiwenga ke Phillip Sibanda di sebuah barak tentara di dekat bandara internasional Harare, Mnangagwa memuji Chiwenga karena konsistensi dan keteguhannya.

BACA JUGA: Presiden Zimbabwe Janji Pimpin Negara Tanpa Berpihak pada Suatu Ras

"Karena itu saya mendesak Anda untuk mempertahankan kesetiaan, kekukuhan, dan dedikasi tugas yang sama saat Anda pindah ke tugas berikutnya yang cukup menonjol," ujar Mnangagwa, dilansir dari Reuters, Rabu (20/12/2017).

Mnangagwa juga sempat mengatakan bahwa dia akan segera mengisi dua jabatan wakil presiden. Chiwenga adalah pilihan utama dalam apa yang dipandang sebagai hadiah untuk membantu mengakhiri pemerintahan 38 tahun Mugabe.

BACA JUGA: Presiden Baru Zimbabwe Copot Menteri Pendidikan yang Baru Sehari Diangkat

Selain itu, presiden yang dilantik pada November tersebut juga menunjuk beberapa perwira militer senior ke kabinetnya dan politbiro eksekutif partai berkuasa. Beberapa analis politik memandang akan terjadi konsolidasi kekuatan militer besar-besaran sejak kudeta melawan Mugabe yang berusia 93 tahun.

Chris Mutsvangwa, penasihat khusus presiden dan pemimpin asosiasi perang veteran yang berpengaruh, menolak kritik terhadap penunjukan militer tersebut, dengan mengatakan bahwa hal itu tidak unik bagi Zimbabwe. Mutsvangwa juga membantah laporan surat kabar swasta yang mengatakan bahwa tentara akan memainkan peran dalam pemilihan umum (pemilu) 2018.

BACA JUGA: Usai Kudeta, Ultah Mantan Presiden Mugabe Dijadikan Hari Libur Nasional Zimbabwe

"Itu adalah bohong... Saya mengatakan ada tim yang membantu membatalkan kecenderungan dinasti Mugabe. Saya berjanji kepada presiden baru bahwa kami akan memberikan kemenangan pemilihan tapi tim tersebut secara khusus mengecualikan tentara karena tentara telah memainkan peran sebelumnya dan karena tentara adalah tentara profesional dan tidak terlibat dalam kampanye pemilihan," tegas Mutsvangwa.

Pemilu dijadwalkan akan berlangsung pada Juli 2018 namun Mnangagwa mengatakan bahwa mungkin akan diadakan lebih cepat dari yang diperkirakan.

Mnangagwa mengatakan kepada anggota partai ZANU-PF bahwa mereka harus mulai memperbaiki ekonomi Zimbabwe jika menginginkan kesempatan untuk memenangkan pemungutan suara tahun depan.

(pai)

(rfa)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini