nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Presiden Zimbabwe Janji Tidak Menoleransi Pelaku Korupsi demi Perbaikan Ekonomi Negara

Putri Ainur Islam, Jurnalis · Kamis 21 Desember 2017 02:32 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2017 12 21 18 1833729 presiden-zimbabwe-janji-tidak-menoleransi-pelaku-korupsi-demi-perbaikan-ekonomi-negara-So4hAcQhLO.jpg Presiden Zimbabwe Emmerson Mnangagwa. (Foto: Reuters)

HARARE - Presiden Zimbabwe Emmerson Mnangagwa berjanji tidak akan bersikap toleran untuk menghukum pelaku korupsi yang menahan kebebasan politik dan pertumbuhan ekonomi selama 38 tahun Pemerintahan Robert Mugabe.

Mnangagwa, yang memberikan pidato kenegaraan pertamanya sejak dia mengambil alih kekuasaan pada November setelah sebuah kudeta yang menggulingkan pendahulunya yang berusia 93 tahun, telah berusaha untuk menarik garis di bawah masa korupsi dan kekebalan tanpa henti.

BACA JUGA: Presiden Zimbabwe Isyaratkan Tunjuk Pemimpin Kudeta Pemerintahan Mugabe sebagai Wapres

Di bawah tekanan untuk memberikan hasil, terutama pada ekonomi yang dilumpuhkan oleh nilai mata uang yang parah, Mnangagwa mengatakan bahwa reformasi sektor publik yang membengkak akan diluncurkan pada awal 2018.

Dengan partai oposisi yang menyerukan reformasi politik yang meluas sebelum pemilihan tahun depan, dia mengulangi sebuah janji bahwa pemerintahnya akan melakukan segalanya dengan kekuatannya untuk memastikan pemungutan suara yang kredibel, bebas dan adil.

"Korupsi tetap menjadi sumber utama beberapa permasalahan yang kita hadapi dan dampaknya pada lambatnya pembangunan nasional tidak dapat terlalu ditekankan," ungkap Mnangagwa pada sebuah pertemuan, dilanisr dari Reuters, Kamis (21/12/2017).

BACA JUGA: Sebulan Setelah Dikudeta, Mugabe Kunjungi Rumah Sakit di Singapura

"Pada kasus korupsi individual, setiap kasus harus diselidiki dan dihukum sesuai dengan undang-undang kami. Seharusnya tidak ada sapi suci. Pemerintah saya tidak akan memiliki toleransi terhadap korupsi dan ini sudah dimulai," tegasnya.

Pada paruh kedua Pemerintahan Robert Mugabe, ekonomi Zimbabwe turun berantakan di tengah perampasan ribuan peternakan komersial. Miliaran dolar utang dalam negeri yang dikeluarkan untuk membayar layanan sipil yang membengkak memicu keruntuhan nilai mata uang Zimbabwe.

BACA JUGA: Presiden Baru Zimbabwe Tawarkan Amnesti Guna Kembalikan Dana Negara

Sekadar diketahui, saat baru terpilih, di hadapan pendukungnya Mnangagwa berjanji akan memperbaiki keadaan Zimbabwe seperti dulu kala. Zimbabwe pernah menjadi salah satu negara dengan ekonomi paling menjanjikan di Afrika.

"Kita ingin menumbuhkan perekonomian, kita menginginkan perdamaian di negara kita, kita menginginkan pekerjaan, pekerjaan, pekerjaan. Kehendak rakyat akan selalu, selalu berhasil,” tukas Mnangagwa.

(pai)

(rfa)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini