Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Difteri Renggut Nyawa Remaja 15 Tahun Asal Sukabumi

Agregasi Sindonews.com , Jurnalis-Kamis, 21 Desember 2017 |11:57 WIB
 Difteri Renggut Nyawa Remaja 15 Tahun Asal Sukabumi
Ilustrasi (Antara)
A
A
A

BANDUNG - Penyakit difteri merenggut nyawa seorang remaja berusia 15 tahun asal Kabupaten Sukabumi. Korban meninggal dunia di Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP) Hasan Sadikin Bandung pada Selasa 19 Desember 2017 sekitar pukul 20.30 WIB.

"Pasien datang ke RSHS Bandung pada Sabtu 16 Desember 2017, sudah dalam kondisi menderita gangguan pernapasan. Saluran pernapasan pasien tersumbat akibat infeksi kronis. Setelah menjalani pengobatan dan perawatan intensif, pasien meninggal dunia pada Selasa 19 Desember sekitar pukul 02.30 dini hari," kata Kepala Humas RSHS Bandung Nurul Wulandhani, Kamis (21/12/2017).

Sejak 16 hingga 20 Desember 2017, ujar Nurul, RSHS Bandung telah menangani 7 pasien difteri, termasuk remaja asal Sukabumi yang meninggal dunia. Para pasien difetri itu berasal dari berbagai daerah di Jawa Barat, seperti Sukabumi, Bogor, Kota dan Kabupaten Bandung.

Dengan meninggalnya satu lagi pasien difteri di RSHS Bandung, total pasien difteri yang meninggal dunia akibat penyakit gangguan pernapasan yang disebabkan oleh bakteri itu di Jawa Barat menjadi 15 orang. "Kasus tertinggi difteri di kawasan industri seperti Purwakarta, Karawang, Depok, dan Kabupaten Bekasi. Penyakit itu dipengaruhi oleh kualitas udara,” kata Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Jabar Dodo Suhendar.

Untuk mengantisipasi dan menanggulangi wabah difteri di Jabar, ujar Dodo, Dinkes melakukan Outbreak Response Immunization (ORI). Sasaran imunisasi ini anak-anak kelompok usia 1-19 tahun.

Halaman:
      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement