"Dan belakangan saya melihat kesabaran adalah utama, karena kesabaran akan membangun kejujuran, kepedulian, kemandirian, kedisiplinan, tanggung jawab, kerja keras ,sederhana, berani dan adil," imbuhnya.
Pesan sang bunda sempat terlintas saat Saut mengusut kasus-kasus korupsi yang menyeret seorang wanita yang notabennya juga seorang ibu dari anak-anaknya. Sejumlah kasus dugaan korupsi yang menyeret beberapa ibu-ibu di negeri ini, seperti dugaan suap pembangunan Pasar Atas Cimahi, yang menyeret mantan Wali Kotanya, Atty Suharti Tochija.
Kemudian, mantan Bupati Klaten, Sri Hartini yang ditetapkan tersangka atas perkara suap jual-beli jabatan di lingkungannya. Lily Martiani Maddani, istri dari Gubernur nonaktif Bengkulu Ridwan Mukti yang tertangkap tangan menerima uang suap.
Selanjutnya, mantan anggota Komisi II DPR, Miryam S. Haryani juga terjerat dalam kasus korupsi yang berhubungan dengan KPK. Miryam disangkakan terjerat dalam perkara merintangi dan menghalangi proses penyidikan e-KTP.
(Baca Juga: Pesan Antikorupsi Wanita Penggawa KPK di Hari Ibu)
Wali Kota Tegal, Siti Masitha Soeparno alias Bunda Sitha yang terjerat dalam tiga kasus korupsi di KPK. Ada pula mantan Bupati Kutai Kartanegara, Rita Widyasari yang diduga menerima suap serta gratifikasi.