"Didalamnya ada unsur si Jari Emas (sistem informasi jejaring rujukan expanding maternal and new born survival) yang terbukti efektif. Jadi, kita cepat tanggap, ibu yang akan melahirkan langsung dibawa ke rumah sakit atau fasilitas kesehatan lainnya," ujar Sri.
Menurut Sri, faktor penyebab resiko kematian ibu saat melahirkan dapat disebabkan adanya faktor langsung, yakni pendarahan. Selain itu, faktor tidak langsung juga dapat menyebabkan kematian, seperti terkena DBD atau sakit jantung.
"Kalau di Kabupaten Tangerang paling banyak penebabnya karena pendarahan," tambahnya.
Senada dengan Kabupaten Tangerang, angka kematian ibu saat melahirkan di Kota Tangerang juga mengalami penurunan.
Kepala Dinas Kesehatan Kota Tangerang Liza Puspadewi mengatakan, di tahun 2016 tercatat ada 15 kasus kematian. Memasuki 2017, angka tersebut menurun hingga ada 9 kasus kematian ibu saat melahirkan.