PURWOKERTO - Sejak seminggu menjelang perayaan Natal, nuansa Jepang sudah terlihat di Gereja Katedral Paroki Raja Purwokerto. Lima anggota Orang Muda Katolik Katedral Kristus Raja (OMK3R) Purwokerto terlihat menyusun bunga sakura imitasi.
Sekitar tujuh ribu lebih bunga sakura disiapkan untuk menghiasi sisi selatan altar Gereja Katedral. Di sisi utara, patung Perawan Suci Maria yang menggendong Yesus Kristus dikelilingi oleh lampu khas Jepang dengan latar belakang bambu kuning dan hijau.
(Baca Juga: Jelang Misa Natal, Brimob Sterilisasi Gereja di Bandung)
Mengusung tema “Hendaklah Damai Sejahtera Kristus Memerintah dalam Hatimu”, Gereja Katedral Purwokerto akan merayakan Natal tahun 2017 dengan nuansa Negeri Sakura.
Persiapan Natal ala Jepang di Gereja Katedral Purwokerto (foto: Sucipto Cipto/Okezone)
Koordinator Dekorasi Natal Gereja Katedral Purwokerto, Agustinus Kus Anggono mengatakan bahwa Natal 2017 nanti adalah sesuatu yang baru di Gereja Katedral Purwokerto dengan nuansa dekorasi ala Jepang.
Konsep yang ia usung adalah menyesuaikan simbol-simbol kisah kelahiran Yesus Kristus dengan latar tempatnya, yakni Jepang. “Goa, tempat kelahiran Yesus nanti akan disesuaikan dengan Gazebo khas Jepang,” katanya saat ditemui Okezone beberapa waktu lalu.
Agustinus menjelaskan bahwa persiapan konsep dekorasi tersebut sudah dibicarakan sejak bulan Oktober 2017. Rumusan konsep tersebut membuahkan sketsa dekorasi di bagian utara dan selatan altar gereja. Abstraksi konsep tersebut kemudian diwujudkan berkat kerjasama antara penanggung jawab dekorasi dan OMK3R sejumlah 25 orang.
Ketua Panitia, FX Parman mengatakan bahwa konsep negeri Jepang disetujui sebagai nuansa Natal tahun 2017 di Gereja Katedral karena hal tersebut menyimbolkan bahwa kelahiran Yesus Kristus bisa terjadi di mana saja.
“Yesus Kristus itu milik semua umat. Kelahiran Yesus bukan hanya terjadi di Betlehem. Yesus bisa lahir di mana saja, termasuk di Jepang,” ujar Parman.
(Baca Juga: Geliat Kemeriahan Menyambut Natal di Bangka Belitung)
Persiapan Natal ala Jepang di Gereja Katedral Purwokerto (foto: Sucipto Cipto/Okezone)
Ia juga menjelaskan bahwa Jepang disepakati karena memiliki kekhasan budaya di Asia. Banyak pemuda yang kini tertarik dengan negeri Sakura itu. Hal itu juga dilandasi agar pemuda tertarik merayakan Natal dengan nuansa baru.
Selain itu, Parman juga mengapresiasi tema dekorasi karena bisa menumbuhkan kreativitas yang dilakukan oleh panitia yang sebagian besar pemuda gereja. Dengan sumber daya yang ada di Indonesia, nuansa Jepang bisa diwujudkan di Gereja Katedral Purwokerto.
Dengan nuansa baru yang penuh warna itu, Parman berharap Natal 2017 ini bisa menjadi pemicu kreativitas dan perdamaian bagi seluruh umat.
(Fiddy Anggriawan )
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.