Presiden Peru Ampuni 'Diktator' Alberto Fujimori

Rifa Nadia Nurfuadah, Okezone · Senin 25 Desember 2017 18:34 WIB
https: img.okezone.com content 2017 12 25 18 1835688 presiden-peru-ampuni-diktator-alberto-fujimori-Vx5gJMGz3F.jpg Mantan Presiden Peru, Alberto Fujimori, dalam salah satu persidangan kasusnya pada 2015. (Foto: Reuters)

PERU - Presiden Peru Pedro Pablo Kuczynski mengampuni Mantan Presiden Alberto Fujimori. Kebijakan ini memicu gelombang protes di berbagai kawasan Peru pada Malam Natal.

Pengampunan atas dasar medis yang diberikan Kuczynski bermakna terbebasnya Fujimori yang dikenal sebagai pemimpin otoriter dari berbagai tuduhan pelanggaran HAM dan korupsi saat ia memimpin Peru pada 1999-2000. Fujimori sendiri sedang menjalani 25 tahun masa hukuman atas dakwaan tersebut.

Reuters, Senin (25/12/2017) melaporkan, setidaknya dua menteri di Kabinet Kuczynski keberatan dengan keputusan tersebut. Kedua menteri itu juga menyampaikan keinginan mengundurkan diri. Kuczynski mungkin harus me-reshuffle kabinetnya awal pekan ini. Dua anggota parlemen partai yang berkuasa juga keluar dari partai mereka saat kelompok politiknya merencanakan langkah berikutnya.

Saat berkampanye sebagai calon presiden Peru, Kuczynski berjanji tidak akan mengampuni Fujimori. Mantan bankir Wall Street itu mengubah pikiran setelah mempelajari catatan medis Fujimori. Diketahui, pria 79 tahun itu menderita penyakit yang tidak dapat disembuhkan serta menurunkan harapan hidupnya.

Mengutip Associated Press, Fujimori sendiri sudah mengupayakan ampunan itu lebih dari setahun dengan alasan sakit.

BACA JUGA: Mantan Presiden Peru Alberto Fujimori Dilarikan ke Rumah Sakit

 

Di masa pemerintahannya yang singkat, sosok Fujimori muncul dalam dua sisi. Sebagian rakyat Peru mengagumi Fujimori karena mengalahkan pemberontak Maois. Di sisi lain, pengecamnya menganggap Fujimori diktator yang korup.

Pada 2007, Fujimori divonis enam tahun penjara karena melakukan suap dan menyalahgunakan wewenang. Dua tahun kemudian, tambahan hukuman 25 tahun penjara harus dijalani Fujimori atas dakwaan melanggar HAM pada masa pemerintahannya, termasuk mengizinkan pembunuhan oleh regu tembak.

Sang putri, Keiko Fujimori, meneruskan langkah ayahnya di dunia politik. Namun Keiko gagal dalam pencalonan diri sebagai presiden. Saat menerima kabar pengampunan sang ayah, Keiko menulis di Twitter, "Hari yang menyenangkan bagi keluarga saya. Akhirnya ayah bebas. Ini akan menjadi Natal harapan dan kegembiraan."

Akhir pekan lalu, tepatnya Sabtu 23 Desember, Fujimor dilarikan ke rumah sakit karena mengalami penurunan tekanan darah serta detak jantung yang tidak normal. Dokter pribadi Fujimori, Alejandro Aguinaga, merekomendasikan agar pria keturunan Jepang itu dibawa dari penjara menuju rumah sakit mengingat risiko amat tinggi mengancam kesehatannya.

(rfa)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini