Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Presiden Trump Kecewa China Jual Minyak ke Korut

Putri Ainur Islam , Jurnalis-Jum'at, 29 Desember 2017 |05:11 WIB
Presiden Trump Kecewa China Jual Minyak ke Korut
Presiden AS Donald Trump. (Foto: Reuters)
A
A
A

WASHINGTON - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengatakan bahwa dia sangat kecewa terhadap China karena menjual minyak ke Korea Utara (Korut). Ia juga menganggap bahwa langkah tersebut akan mencegah "solusi ramah" terhadap krisis program nuklir Pyongyang.

"Tertangkap basah. Sangat kecewa karena China membiarkan minyaknya masuk ke Korut. Tidak akan pernah ada solusi ramah untuk masalah Korut jika ini terus terjadi!" ungkap Trump melalui akun Twitter resminya, dilansir dari Reuters, Jumat (29/12/2017).

BACA JUGA: China Kesal Dituduh Korsel Jual Minyak Diam-Diam ke Korut

China sebelumnya mengatakan bahwa tidak ada penjualan minyak yang melanggar peraturan oleh kapal-kapal China ke Korut setelah sebuah surat kabar Korea Selatan (Korsel) mengatakan bahwa kapal-kapal China dan Korut secara ilegal bertemu di laut untuk mendapatkan minyak ke Korut.

Pemerintahan Trump telah memimpin sebuah upaya untuk meningkatkan sanksi global terhadap Korut dalam menanggapi upaya Pyongyang untuk mengembangkan rudal nuklir yang mampu menyerang AS.

Washington mengatakan bahwa kerja sama penuh China, mitra dagang utama Korut dan mitra dagang utama, sangat penting bagi keberhasilan usaha ini, sementara memperingatkan bahwa semua opsi ada di atas meja, termasuk opsi militer, dalam berurusan dengan Korut.

BACA JUGA: Dijatuhi Sanksi Baru, Korut: AS Takut dengan Nuklir Kami

Dewan Keamanan PBB pada pekan lalu memberlakukan sanksi baru terhadap Korut atas uji coba rudal balistik antarbenua baru-baru ini, yang berusaha untuk lebih membatasi aksesnya terhadap produk minyak bumi dan minyak mentah. Resolusi PBB berusaha melarang hampir 90 persen ekspor minyak mentah ke Korut dengan membatasi mereka pada 500.000 barel per tahun.

Resolusi yang disusun oleh AS juga menaikkan pasokan minyak mentah ke Korut sebesar 4 juta barel per tahun dan melakukan pengurangan lebih lanjut jika Korut tetap melakukan uji coba nuklir atau meluncurkan ICBM lainnya. China dan Rusia kemudian meminta lebih banyak waktu untuk mempertimbangkan usulan tersebut.

Sebelumnya Pemerintah China mengeluarkan pernyataan tegas jika pihaknya tak melakukan transaksi penjualan minyak terhadap Korut secara ilegal. Pernyataan ini dikeluarkan menyusul tudingan yang dikeluarkan oleh Korsel.

(pai)

(Rifa Nadia Nurfuadah)

News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement