AMMAN - Pihak Kerajaan Yordania memperingatkan akan mengambil tindakan hukum terhadap siapa pun yang menyebar kebohongan tentang keluarga kerajaan. Langkah tersebut dilakukan beberapa hari setelah Raja Abdullah memberhentikan tiga saudaranya dari jabatan tinggi di militer.
Raja yang merupakan sekutu kuat Amerika Serikat (AS), mengatakan bahwa saudara laki-lakinya, Pangeran Ali dan Pangeran Faisal, serta sepupunya, Pangeran Talal, yang semua memiliki pangkat tinggi di militer, akan pensiun dari angkatan bersenjata. Raja Abdullah juga mengatakan bahwa langkah tersebut adalah bagian dari reorganisasi hierarki dan struktur angkatan bersenjata.
Pangeran Faisal adalah kepala angkatan udara dan wakil kepala staf. Sementara Pangeran Ali bertahun-tahun bertanggung jawab atas pengawal kerajaan, yang bertanggung jawab atas perlindungan raja.
Talal Bin Mohammad, lulusan Universitas Sandhurst pernah bertugas di pasukan khusus elite pun juga ikut dipensiunkan. Mereka semua diberi promosi kehormatan.
Pernyataan istana pada Minggu 31 Desember 2017 yang mengatakan akan melakukan tindakan hukum terhadap orang-orang yang menyebarkan "kebohongan dan klaim palsu" di media sosial dan laman. Masyarakat yang melakukan hal tersebut dianggap mendorong perpecahan antara keluarga kerajaan dan warga Yordania.
"Berita palsu yang beredar akhir-akhir ini ditujukan untuk meruntuhkan Yordania dan lembaganya," kata pernyataan tersebut.
Sumber tentara mengatakan bahwa tindakan raja tersebut didorong oleh keinginan untuk memberi contoh bahwa keluarga Hashemite yang memerintah tidak berada di atas hukum menjelang langkah yang diantisipasi untuk memensiunkan puluhan jenderal militer senior.