nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Warga Bangka Selamatkan Buaya Porosus yang Hampir Punah

Arsan Mailanto, Jurnalis · Minggu 07 Januari 2018 16:56 WIB
https: img.okeinfo.net content 2018 01 07 340 1841361 warga-bangka-selamatkan-buaya-porosus-yang-hampir-punah-Rtgc6Cla5J.jpg Buaya di pemukiman warga (foto: Arsan/Okezone)

PANGKALPINANG - Komunitas Animal Lovers Bangka Island (Alobi) kembali menyelamatkan satwa liar yang di lindungi undang-undang (UU) yakni buaya berjenis Porosus yang keberadannya hampir punah di Indonesia.

Buaya dengan panjang 3,5 meter ini, diselamatkan dan ditangkap warga Bangka Kota, Kabupaten Bangka Selatan, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel) beberapa waktu lalu, karena sempat menyerang warga setempat saat beraktifitas di sungai.

Ketua Alobi, Lanka Sani mengatakan, buaya ini berjenis Porosus, jenis yang hampir punah, dan tentunya dilindungi oleh UU negara.

"Buaya ini kita selamatkan karena merupakan satwa liar jenis porosus yang hampir punah dan di lindungi undang-undang," ujarnya ditemui awak media di Bangka Kota, Minggu (7/1/2018).

 

Kata Lanka, satwa tersebut akan di rehabilitas di habituasi Alobi sebelum kembali dilepasliarkan kehabitatnya.

"Untuk sementara buaya ini kita rehabilitasi dulu di habituasi Alobi. Hari ini rencananya kita akan lakukan pengecekan kondisi buaya dengan melibatkan Dinas Peternakan Bangka Belitung," terangnya.

Kendati demikian, sebut Lanka bila sudah dinyatakan layak kembali ke habitatnya, reptil tersebut secepatnya akan dilepasliarkan tentunya berkoordinasi bersama Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Sumatera Selatan Wilayah Bangka.

"Iya tentunya nanti kalau memang sudah layak, kita segera lepasliarkan kehabitatnya dengan berkoordinasi pada pihak BKSDA," tuturnya.

 

Tak hanya itu, di sisi lain Lanka juga mengimbau, agar warga sama-sama menjaga hewan-hewa yang nyaris sulit ditemui, demi generasi muda dan anak cucu ke depannya.

"Kita berharap kebijaksanaan masyarakat tentang satwa liar yang mamasuki pemukiman warga atau menyerang warga, untuk tidak langsung melakukan pembunuhan terhadap satwa-satwa liar tersebut. Lakukan koordinasi dengan pihak dinas terkait seperti BKSDA atau organisasi-organisasi pelestarian satwa agar bisa ditindaklanjuti untuk mencari solusi," ucap dia.

Di samping itu, peran serta pemerintah setempat sangat penting untuk menjaga kelestarian ini.

"Kita berharap bisa bekerja sama terhadap pemerintah daerah dalam menangulangi kasus-kasus satwa liar yang terjadi konflik dengan masyarakat, sehingga terbaik dari sisi keselamatan satwa liarnya dan dari sisi masyarakatnya," tandasnya.

(wal)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini