nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Pelajar di Kendari Panjat Tower 42 Meter untuk Bunuh Diri

Asdar Zuula, Jurnalis · Kamis 11 Januari 2018 19:13 WIB
https: img.okeinfo.net content 2018 01 11 340 1843679 pelajar-di-kendari-panjat-tower-42-meter-untuk-bunuh-diri-JRLPQjcgJz.jpg Pelajar memanjat tower setinggi 42 meter untuk bunuh diri. (Foto: Asdar Z/Okezone)

KENDARI - Seorang pelajar Sekolah Menengah Kejuruan Kesehatan (SMKK) di Kendari, Sulawesi Tenggara (Sultra), berinisial AT (18) mencoba bunuh diri dari atas tower setinggi 42 meter, milik salah satu perusahaan jasa telekomunikasi, di Jalan Rambutan, Kelurahan Wawonggu, Kecamatan Kadia, Kendari, Kamis (11/1/2018) sore.

Salah seorang warga setempat, Kartini Dongge yang pertama kali melihat aksi nekat itu mengira remaja tersebut adalah petugas tower. Namun karena tidak menggunakan helm pengaman ia kaget, rupanya AT memanjat tower untuk bunuh diri.

“Saya langsung kaget, saya kira petugas, karena dia tidak pakai helm to, waduh mau bunuh diri," kata Kartini Dongge.

Hanya beberapa saat berselang, informasi percobaan bunuh diri AT tersebar di media sosial. Lokasi tower yang hendak digunakan AT untuk mengakhiri hidupnya dipadati warga.

Ibu AT berinisial MU yang tiba di lokasi kejadian menangis melihat anaknya sudah berada di atas tower yang menjulang tingg itu. Menurut ibunya, AT berkelahi dengan bapaknya di rumah pada Rabu 10 Januari 2018 malam karena masalah pekerjaan. AT juga diduga sering dipukuli bapak tirinya itu.

(Baca juga: Ini Deretan Peristiwa Bunuh Diri di Awal 2018)

“Dia (AT) sopir di Spazio (salah satu tempat hiburan malam di Kendari), dia baku pukul dengan bapaknya tadi malam di rumah. Gara-gara pekerjaan ji, dia mau dikasih keluar tapi dia tidak terima, dia masih ingin kerja, tapi bapaknya dia ingin dia keluar dari situ” kata MU.

Kantor SAR Kendari bersama aparat Polsek Baruga menurunkan sejumlah personel untuk melakukan pertolongan dan mengevakuasi AT dari atas tower. Proses evakuasi menegangkan, tim SAR harus berupaya membujuk AT agar tidak melompat.

“Setelah teman-teman (Tim Rescue) kita naik di atas, mereka mengamankan korban dengan cara merangkul, kemudian ada tali harus diikat menjaga kemungkinan jangan sampai ada kekuatan dari korban itu untuk melepaskan diri, jadi itu faktor utama yang harus diamankan lebih dulu. Kelanjutan itu bagaimana nanti korban diberikan penyampaian-penyampaian yang akhirnya mungkin beliau sendiri bisa mengerti keadaan yang sebenarnya di atas” jelas Jendry Paendong, Kasi OPS Kantor SAR Kendari.

Proses evakuasi dari atas tower ini merupakan pengalaman pertama Tim SAR Kendari. Setelah dievakuasi, AT diamankan ke Mapolres Kendari untuk dapat ditenangkan.

(qlh)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini