Image

Jalan Kabupaten Terputus, 2.200 Warga Banjarnegara Terisolir

Sucipto Cipto, Jurnalis · Jum'at 12 Januari 2018, 22:47 WIB
https: img.okeinfo.net content 2018 01 12 512 1844371 jalan-kabupaten-terputus-2-200-warga-banjarnegara-terisolir-NpJj9vob7r.jpg Ilustrasi (Dok.Okezone)

BANJARNEGARA - Pergerakan tanah yang terjadi di dusun Pramen Desa Bantar, Wanayasa, Banjarnegara mengakibatkan terputusnya jalan kabupaten. Dampaknya, Desa Suwidak yang dihuni sekira 2.200 jiwa terisolasi karena akses jalan utama terputus.

Terjadi pergerakan tanah pertama kali pada Minggu, 7 Januari 2017 silam. Pergerakan tanah yang juga mengakibatkan longsor itu, membuat aktivitas warga terhenti.

Untuk mencukupi kebutuhan ekonomi, warga tidak bisa maksimal karena jalur kabupaten sebagai jalur ekonomi rusak parah. Anak-anak berangkat sekolah harus jalan kaki sejauh 3 kilometer melalui jalur hutan.

"Kebutuhan pokok warga sudah menipis karena beberapa hari terisolasi," kata Kepala Desa Suwidak, Arif Santosa, Jumat (12/1/2017)

Hal tersebut dikarenakan suplai kebutuhan pokok di desa tersebut terhenti. Pemilik warung tidak bisa belanja ke pasar karena kondisi jalan yang membahayakan dilewati.

Akibatnya, barang yang masih ada di desa tersebut jadi melambung tinggi. Arif menjelaskan bahwa tabung gas elpiji ukuran 3 kilogram yang biasa dijual Rp16 ribu kini naik menjadi Rp35 ribu. Bensin yang biasanya seharga Rp8.500 per liter naik menjadi Rp20 ribu per liter.

Untuk bisa keluar dari desa untuk kegiatan ekonomi dan kegiatan lain, warga dan relawan sedang mengusahakan adanya jalan alternatif. Setidaknya, kendaraan bisa lewat jalan itu untuk keluar masuk desa.

Arif berharap Pemerintah Kabupaten Banjarnegara hingga pemerintah provinsi dan pusat ikut turun tangan memikirkan pembukaan akses jalan yang sedang diusahakan warga. Pasalnya, jika tidak terwujud, nyawa warga terancam akibat krisis kebutuhan pokok.

"Jalan alternatif yang mau dibangun itu menuju Karangtengah. Ini sering kena longsor. Tapi sekarang sepertinya tidak ada pergerakan tanah di sana, makanya akan kami buka kembali," kata Arif.

(ulu)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini