Image

Tiba di KPK, Fredrich Yunadi Bungkam

Arie Dwi Satrio, Jurnalis · Sabtu 13 Januari 2018, 00:47 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2018 01 13 337 1844378 tiba-di-kpk-fredrich-yunadi-bungkam-lUuGBXgVI0.jpg Fredrich Yunadi saat tiba di KPK Sabtu dini hari (Foto: Arie/Okezone)

JAKARTA - Pengacara Fredrich Yunadi menolak berkomentar setibanya‎ di Gedung Merah Putih Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), pada malam hari ini. Fredrich sendiri tiba di Gedung KPK sekira pukul 00.15 WIB.

"Enggak ada komentar, enggak komentar," singkat Fredrich saat akan memasuki ruang sterilisasi KPK, Jalan Kuningan Persada, Jakarta Selatan, Sabtu (13/1/2018), dini hari.

Pantauan Okezone di lapangan, Fredrich datang dikawal bersama dengan sejumlah tim penyidik yang terjun langsung ke lapangan. Dia datang menggunakan sebuah mobil Kijang Innova berwarna silver diiringi tujuh mobil lainnya.

Setibanya di KPK, Fredrich tidak banyak bicara seperti biasanya. Bahkan, dengan hanya mengenakan kaos berwarna biru tua dan sandal, dia terlihat tidak senyum sama sekali.

Fredrich langsung digiring oleh petugas keamanan KPK ke lantai dua ruang pemeriksaan KPK. Sejatinya, dia akan diperiksa intensif setelah sempat mangkir alias tidak hadir pada panggilan pemeriksaan, Jumat, 12 Januari 2018.

 (Baca: KPK Jemput Paksa Fredrich Yunadi)

Tim penyidik lembaga pimpinan Agus Rahardjo Cs sendiri telah melakukan jemput paksa terhadap Fredrich Yunadi sekira pada pukul 21.00 WIB. Tim bergerak menuju ke daerah rumah Fredrich di bilangan Jakarta Selatan. Fredrich diduga ditangkap di daerah Selatan Jakarta.

Sebelumnya, Fredrich mangkir alias tidak hadir pada panggilan pemeriksaan penyidik KPK pada Jumat, 12 Januari 2018. Sedianya, dia akan diperiksa sebagai tersangka kasus dugaan merintangi penyidikan e-KTP, yang menjerat Setya Novanto

Fredrich Yunadi sendiri telah ditetapkan sebagai tersangka bersama dengan Dokter Rumah Sakit Medika Permata Hijau, Jakarta, Bimanesh Sutarjo. Keduanya ditetapkan tersangka terkait dugaan menghalangi proses penyidikan perkara korupsi e-KTP, dengan tersangka Setnov.

 (Baca juga: Fredrich Yunadi Terancam Dipecat sebagai Anggota Peradi)

Diduga, ada skenario jahat yang dilakukan oleh Fredrich Yunadi dan Dokter Bimanesh untuk mengamankan Setnov pada saat mantan Ketua DPR RI tersebut menjadi buronan KPK atas kasus dugaan korupsi e-KTP yang menyeretnya.

Atas perbuatannya, Fredrich dan Bimaesh disangkakan melanggar Pasal 21 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana telah diubah dalam Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi Juncto Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP.‎‎

 

(ulu)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini