Image

Perlu Komitmen Bersama untuk Cegah Isu SARA di Pilkada 2018

Achmad Fardiansyah , Jurnalis · Minggu 14 Januari 2018, 07:06 WIB
https: img.okeinfo.net content 2018 01 14 337 1844640 perlu-komitmen-bersama-untuk-cegah-isu-sara-di-pilkada-2018-3fCpO28LWc.jpg ilustrasi (Ist)

JAKARTA – Wasekjen Partai Golkar, Tubagus Ace Hasan Syadzily, menilai isu suku, agama, ras, dan antargolongan (SARA) masih akan muncul dalam Pilkada 2018. Isu SARA itu bisa digaungkan melalui berbagai media sosial.

Untuk mengantisipasinya, menurut Tubagus Ace, seluruh kontestan pilkada termasuk para simpatisannya harus berkomitmen saling menjaga dan tidak melakukan isu SARA.

"Masing-masing kontestan pilkada harus ada komitmen bersama untuk tidak melakukan isu SARA," katanya kepada Okezone, Minggu (15/1/2018).

Komitmen tidak melakukan permainan isu SARA antara kontestan dan para simpatisan ini merupakan salah satu kunci menyukseskan pilkada serentak yang bersih.

"Itu kuncinya," singkatnya.

Selain itu, diperlukan ketelitian penegak hukum dalam melakukan identifikasi isu SARA yang berkembang di lingkungan masyarakat. Tak hanya itu, penegak hukum juga harus tegas dalam menindak pelaku yang melakukan penyebaran SARA.

"Mesti ada ketegasan penegakan hukum karena sudah diatur dalam Undang-Undang Pilkada itu tidak dibolehkan. Kalau ada yang melakukan (SARA), ya harus ditindak secara tegas," tuturnya.

Oleh karena itu, ia mengapresiasi rencana Polri membentuk Satuan Tugas (Satgas) Anti-SARA menghadapi Pilkada Serentak 2018 yang digelar di 171 daerah, mulai dari tingkat provinsi hingga kabupaten/kota.

"Kita (apresiasi) dukung saja terhadap upaya polri untuk antisipasi munculnya isu SARA saat pilkada. Memang persoalan isu SARA itu harus diantisipasi sedemikan rupa, terutama diwaspadai Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu), Komisi Pemilihan Umum (KPU), yah kemudian didukung oleh kepolisian," tutupnya.

Sebagaimana diketahui, Polri berencana membentuk satgas Anti-SARA menyusul perhelatan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Serentak 2018. Karopenmas Div Humas Polri, Brigjen Muhammad Iqbal mengatakan, satgas anti-Sara bertujuan menciptakan Pemilu yang aman dan damai melalui UU ITE. Satgas anti SARA akan memantau media sosial yang memuat konten ujaran kebencian, parodi grafis sarat kebencian dan pornografi serta provokasi maupun hoaks.

(erh)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini