Share

Pria Irlandia Tewas Setelah Teman Suntikkan Obat Terlarang

Putri Ainur Islam, Okezone · Jum'at 19 Januari 2018 20:05 WIB
https: img.okezone.com content 2018 01 19 18 1847515 pria-irlandia-tewas-setelah-teman-suntikkan-obat-terlarang-K4sLjxlZzu.jpg Ilustrasi. (Foto: Dokumen Okezone)

NEWRY - Seorang pria bernama Mantas Cepas berusia 32 tahun dari Cowan Street, Newry, Irlandia, dituduh membunuh teman baiknya, Stephen Millington. Tak hanya kasus pembunuhan, ia juga menghadapi tiga tuduhan atas kepemilikan obat terlarang. Ia terbukti memiliki heroin dan berniat untuk mengedarkannya.

Tuduhan tersebut timbul setelah Millington, pria berusia 51 tahun, meninggal karena overdosis obat terlarang di sebuah flat di Jalan Dublin. Salah seorang detektif mengatakan bahwa polisi mendapatkan panggilan pada pukul 01.49 pagi setelah ada laporan dugaan overdosis dan menemukan Millington tidak sadarkan diri di lantai kamar mandi. Petugas melakukan pertolongan pertama sampai layanan ambulans tiba. Tragis, Millington dinyatakan meninggal pada pukul 03.30 pagi waktu setempat.

Dilansir dari Belfast Telegraph, Jumat (19/1/2018), detektif tersebut mengungkapkan bahwa ketika petugas tiba, pihak kepolisian juga menemukan ada jarum suntik di lengan Cepas. Seorang saksi perempuan mengklaim bahwa dia melihat Cepas menyuntikkan heroin ke lengan Millington. Cepas mengklaim bahwa Millington memberinya 40 poundsterling atau Rp742 ribu untuk membeli obat-obatan dan memintanya untuk menyuntikkannya.

Cepas mengklaim awalnya ia bertanya kepada Millington apakah dia baik-baik saja, Millington pun hanya menjawab "itu adalah barang bagus". Namun, Millington tiba-tiba ambruk dan Cepas menyiramkan air ke wajahnya dan memberikannya nafas buatan lalu memanggil polisi.

Pengacara terdakwa, Kevin Magill, mengatakan bahwa korban baru pertama kali menggunakan heroin. Untuk mencoba obat tersebut, ia meminta terdakwa untuk menyuntikkannya.

"Ada pesta minum selama beberapa hari dan ini adalah puncaknya," kata pengacara itu.

Namun, Wakil Hakim Distrik Anne Marshall menolak mengabulkan bebas dengan jaminan karena khawatir terdakwa akan melakukan hal serupa. Selain itu, Wakil Hakim juga pesimis Cepas akan berubah melihat dari tiga kasus yang tengah dihadapi Cepas.

(pai)

(rfa)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini