Share

Gizi Buruk Asmat: Perlu Pembangunan Kesehatan, Pendidikan dan Ekonomi

Edy Siswanto, Okezone · Minggu 28 Januari 2018 07:26 WIB
https: img.okezone.com content 2018 01 28 340 1851255 gizi-buruk-asmat-perlu-pembangunan-kesehatan-pendidikan-dan-ekonomi-QHniTCnUqd.jpg Penderita gizi buruk di Kabupaten Asmat, Papua. Foto Antara/M Agung Rajasa

ASMAT - Bencana Kejadian Luar Biasa (KLB) Campak dan Gizi buruk yang melanda kabupaten Asmat, mendapat keprihatinan dari masyarakat dan Pemerintah kabupaten Puncak Provinsi Papua.

Bupati Puncak Willem Wandik, masyarakat Kabupaten Puncak mengunjungi Asmat dan memberikan bantuan berupa bahan makanan dan dana penanggulangan wabah penyakit di wilayah itu.

Dana yang diserahkan berjumlah Rp1 miliar. Bantuan diterima Bupati Asmat Elisa Kambu dan wakil Bupati Thomas Safampo, di Agats, Ibu Kota Kabupaten Asmat.

"Memberikan dukungan moril. Pemerintah daerah diberikan semangat, sehingga cepat selesai dan anak-anak ini bisa lekas sembuh, dari wabah ini,” ujarnya.

Prajurit TNI Kawal Warga Kabupaten Asmat Saat Antre Berobat di Puskesmas

Dirinya berharap, bantuan yang diberikan, mampu menjadikan Asmat semakin baik dalam segala hal.

“Kita berharap kehadiran kita memberikan air yang segar. Dukungan baik sehingga bencana ini segera berlalu. Kesehatan dibangun, pendidikan, pembangunan, ekonomi, sehingga ke depan daerah ini lebih berkembang lagi dan masyarakat lebih sehat lagi,” katanya.

BACA: Fahri Hamzah Sebut Masalah Kesehatan di Papua Sangat Kompleks

BACA: Jokowi soal Gizi Buruk: Jangan Bayangkan Asmat Kayak di Jawa, Ini Hutan Belantara

Sementara itu, Bupati Asmat Elisa Kambu, menyambut baik dukungan moril dan menyampaikan rasa terima kasihnya kepada pemerintah dan masyarakat Kabupaten Puncak.

“Kami menyampaikan terima kasih kepada pemerintah Kabupaten Puncak. Secara psikologi kami dikuatkan untuk menghadapi wabah ini. Kita tidak sendiri, ada saudara-saudara kami yang lain di Papua, yang ikut juga merasakan persoalan kesehatan ini, seperti yang dilakukan oleh saudara kami dari Kabupaten Puncak, termasuk pemerintah pusat, TNI/Polri dan pihak yang lain,” ungkapnya.

Pihaknya saat ini fokus menangani masalah wabah penyakit campak dan gizi buruk di Asmat, bahkan pihaknya sudah menyisir semua kampung dari 224 kampung di Kabupaten Asmat.

“Saya sudah sampaikan beberapa kali di media yang datang ke Asma, pemerintah menargetkan penyakit campak bisa diatasi dalam sebulan ini,” katanya.

Prajurit TNI Kawal Warga Kabupaten Asmat Saat Antre Berobat di Puskesmas

Ke depan, Kata Elisa, sistem pelayanan akan dirubah. Pihaknya akan mengintensifkan kunjungan ke distrik, pos-pos kesehatan akan dikuatkan, pelayanan sistem jemput bola akan diterapkan, termasuk sosialisasi hidup sehat juga akan intensif disampaikan kepada masyarakat.

“Dengan berbagai bantuan yang ada, kita targetkan bulan ini wabah campak dan gizi buruk bisa kita selesaikan,” pungkasnya.

(fzy)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini