nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

WNI yang Ditangkap di Malaysia Ingin Menyerang Kantor Polisi

Achmad Fardiansyah , Jurnalis · Senin 29 Januari 2018 13:34 WIB
https: img.okeinfo.net content 2018 01 29 337 1851647 wni-yang-ditangkap-di-malaysia-ingin-menyerang-kantor-polisi-B8rJLiAE6e.jpg Kadiv Humas Polri, Irjen Setyo Wasisto (foto: Okezone)

JAKARTA - Mabes Polri menerima identitas Warga Negara Indonesia (WNI) yang ditangkap Polisi Diraja Malaysia (PDRM), lantaran diduga terlibat dalam aksi terorisme.

"Selain siaran media yang dikeluarkan Polisi Diraja Malaysia, kami juga mendapat informasi langsung dari Polisi Diraja Malaysia bahwa yang bersangkutan (WNI terduga teroris) inisialnya MAA bin MB. Yang bersangkutan usia 23 tahun, asalnya Jawa Timur," kata Kadiv Humas Mabes Polri Irjen Setyo Wasisto dalam keterangan tertulisnya, Senin (29/1/2018).

Menurut Setyo pria asal Jawa Timur ini diduga kuat memiliki hubungan dengan jaringan ISIS lantaran diketahui memiliki rencana pembunuhan terhadap biksu di Kuala Lumpur, merencanakan pencurian senjata dari kantor PDRM dan markas tentara di Malaysia.

"MAA diduga telah membuat rencana serangan terhadap pihak polisi Malaysia dengan merekam video markas besar PDRM. Kemudian MAA juga berencana melihat peta lokasi markas PDRM melalui Goggle Maps sebelum merencanakan serangan," lanjutnya.

(Baca juga: Kembali ke Indonesia, 6 WNI Diduga Gabung ISIS Dibawa ke Trauma Centre Kemensos)

Selain itu, MAA juga memiliki akses komunikasi dengan seorang pimpinan kelompok militan ISIS melalui media sosial untuk merekrut WNI lainnya bergabung kedalam kelompok ISIS.

"Terakhir, MAA menaikkan bendera ISIS di lokasi proyek tempat dia bekerja. MAA saat ini masih diproses," ungkapnya.

 (Baca juga: WNI Diduga Ikut ISIS Ditangkap di Malaysia, Mabes Polri Tak Mau Ikut Campur)

Setyo menambahkan, selain menangkap MAA, PDRM juga menangkap seorang warga negara Malaysia berusia 25 tahun yang berprofesi sebagai guru madrasah. namun sayang identitasnya belum diketahui. WN Malaysia ini ditangkap lantaran diduga merencanakan serangan terhadap pusat-pusat hiburan di Malaysia.

"Yang bersangkutan dilaporkan pernah dijebloskan ke penjara pada tanggal 9 November 2015, atas pelanggaran undang-undang antiteror Malaysia, sehingga dijatuhi hukuman penjara 18 bulan dan dibebaskan pada tanggal 9 November 2016," lanjutnya.

"Ia juga diduga mempunyai hubungan dengan beberapa bekas organisasi militan ISIS dan bekas anggota Kanan organisasi militan Malaysia (KMM) yang pernah ditahan di bawah hukum akta keamanan dalam negeri (AKDIN) 1960," tutupnya.

(wal)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini