Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Kisah Nellie Bly Mengungkap Kekejaman di Rumah Sakit Jiwa

Wikanto Arungbudoyo , Jurnalis-Kamis, 08 Februari 2018 |08:01 WIB
Kisah Nellie Bly Mengungkap Kekejaman di Rumah Sakit Jiwa
Nellie Bly.
A
A
A

BERMIMPI menjadi seorang penulis ternama sejak kecil, Elizabeth Jane Cochran justru memberi dampak besar bagi Amerika Serikat (AS) lewat jalan lain, sebagai jurnalis. Bukan lewat fiksi dia memenuhi mimpinya, tetapi lewat dunia jurnalistik yang sebenarnya tidak jauh berbeda.

Perempuan kelahiran Pennsylvania itu merupakan anak bungsu dari 14 bersaudara. Saat kecil, ia dipanggil ‘Pink’. Tetapi, saat sudah dewasa Elizabeth justru terkenal berani menulis berita-berita mengenai hak-hak perempuan dan melakukan salah satu kerja jurnalistik yang cukup berani.

Setelah ayahnya meninggal, Elizabeth harus keluar dari sekolah karena tidak mampu membayar uang pendidikan. Namun, ketika berusia 18 tahun, ia memberanikan diri untuk mencari pekerjaan walau latar belakang pendidikannya tidak terlalu tinggi.

Ia diterima bekerja di media The Pittsburg Dispatch setelah mengirim sejumlah surat untuk mengomentari cerita yang ditulis Erasmus Wilson. Alasannya mengirim surat itu karena Elizabeth tidak suka dengan tulisan bahwa perempuan hanya memiliki tempat di rumah, dapur, dan bertugas merawat anak.

Pemimpin Redaksi The Pittsburg Dispatch menawarkan Elizabeth Jane Cochran pekerjaan untuk menulis dengan upah USD5 per pekan. Ia lalu mengambil nama pena Nellie Bly. Tugas jurnalistik pertama Elizabeth adalah menyelidiki kondisi lingkungan kerja bagi perempuan. Ia berhasil mengungkap buruknya kondisi kerja bagi perempuan dengan cara menyamar sebagai seorang pekerja.

Jalur menuju ketenaran dirintis ketika pindah ke New York dan bekerja di media New York World pada 1887. Salah satu tugasnya adalah mengungkap pengalaman buruk pasien-pasien di rumah sakit jiwa. Nellie Bly kemudian menyamar sebagai pasien sakit jiwa di Rumah Sakit Blackwell Island. Ia hanya butuh waktu 10 hari untuk mengungkap dan menulis situasi sesungguhnya.

Melansir dari The Vintage News, Kamis (8/2/2018), Nellie Bly dengan gamblang melukiskan pengalaman buruk seorang pasien sakit jiwa di rumah sakit tersebut. Para pasien dirawat di tempat yang kelebihan kapasitas, kondisi mengerikan, serta sering menerima penyiksaan.

Ketika tulisan itu keluar, para pejabat kota menyelidiki sendiri rumah sakit jiwa itu. Karya tulis Nellie Bly itu sangat sukses sehingga tidak lama kemudian diterbitkan ulang dalam sebuah buku berjudul "Ten Days in a Mad-House".

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement