nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Hancurkan Bongkahan Tanah, Dua Pekerja Tambang Ilegal Tewas Tertimbun

Abimayu, Jurnalis · Kamis 08 Februari 2018 03:01 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2018 02 08 340 1856368 hancurkan-bongkahan-tanah-dua-pekerja-tambang-ilegal-tewas-tertimbun-aossNJn7VK.jpg Ilustrasi tambang emas ilegal. (Foto: Okezone)

MERANGIN – Aktivitas penambangan emas tanpa izin (PETI) di wilayah Kabupaten Merangin, Jambi, terus marak, bahkan banyak menimbulkan korban jiwa. Kali ini kegiatan PETI membuat dua pekerja tewas setelah tertimpa longsoran tanah di lokasi tambang saat ingin menghancurkan bongkahan tanah.

Berdasarkan informasi yang didapat di lokasi kejadian, insiden tewasnya dua pekerja PETI itu terjadi pada Rabu 7 Februari, sekira pukul 08.15 WIB. Saat itu ada tujuh pekerja PETI sedang melakukan aktivitas mencari emas dengan menyemprotkan air ke bibir tanah dengan kedalaman 15 meter.

Namun pada pukul 09.35 WIB, tiba-tiba tanah yang disemprot ke tujuh pekerja tersebut runtuh dan menimpa dua korban bernama Bambang Maula (31) dan Muhamad Nur Cahaya Pratama(22). Kedua korban adalah warga Desa Sungai Kapas, Kecamatan Bangko.

(Baca: Penambangan Minyak Ilegal di Jambi Terus Beroperasi meski Sudah Ditutup Polisi)

Melihat temannya tertimpa longsoran tanah, lima pekerja lainnya berusaha menolong. Baru sekira pukul 10.15 WIB, dua korban bisa diangkat dari timbunan longsor.

Usai berhasil dievakuasi, korban langsung dibawa ke atas tanah dari lubang galian PETI. Tapi nahas, kedua korban sudah meninggal dunia di lokasi PETI.

Mendapat informasi ada korban tertimpa longsoran aktivitas PETI, anggota Polsek Bangko dan Polres Merangin langsung mendatangi lokasi kejadian. Sesampai di sana, petugas langsung melakukan olah tempat kejadian.

Kasat Reskrim AKP Sandi Mutaqqin membenarkan kejadian korban tewas tertima longsoran tanah tambang emas. "Korban ada dua. Semuanya meninggal dunia usai dievakuasi dari timbunan tanah. Korban adalah pekerja di lokasi tambang tersebut," tuturnya, Rabu 7 Februari 2018.

Sandi juga menjelaskan, anggotanya masih melakukan penyelidikan di lokasi kejadian serta memeriksa saksi-saksi. "Saat ini kita hanya memminta keterangan saksi-saksi yang ada di lokasi, serta pemilik PETI juga akan kita periksa," tutupnya.

(han)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini