nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

11 Pelajar Diperiksa Polisi karena Unggah Video Goyang Seronok ke Medsos

Agregasi Sindonews.com, Jurnalis · Jum'at 09 Februari 2018 22:03 WIB
https: img.okeinfo.net content 2018 02 09 519 1857440 11-pelajar-diperiksa-polisi-karena-unggah-video-goyang-seronok-ke-medsos-6CwJzFxATp.jpg Ilustrasi Mesum (foto: Reuters)

BLITAR - Petugas Polres Blitar, Jawa Timur memanggil 11 pelajar SMA di Kabupaten Blitar karena terlibat aksi joget seronok berpasang-pasangan. Mereka menjalani pemeriksaan video yang direkam dalam video dan sempat diunggah ke media sosial (medsos).

"Mereka kami klarifikasi (periksa) dengan didampingi guru dan orang tua masing masing," ujar Kapolres Blitar AKBP Slamet Waloya, Jumat (9/2/2018).

(Baca Juga: Tertangkap Bolos Sekolah, Pelajar SMA di Kota Kediri Simpan Video Mesum Bersama sang Pacar)

Video berdurasi 14 detik itu direkam di dalam kelas saat pelajaran kosong pada Selasa 6 Februari 2018. Sebanyak 9 pelajar berjoget secara bermesraan. Bukan gerak tubuh dan keterampilan koreografi yang dipamerkan. Melainkan lebih menjurus pada goyang seronok.

Menurut Slamet, di antara 11 pelajar putera-puteri itu, salah seorang di antaranya berperan merekam aksi goyang dengan kamera selular. Agar menjadi sensasi, video pendek itu diunggah ke medsos.

"Dari keterangan yang disampaikan ada dua pelajar yang berperan mengunggah video itu," jelas Slamet.

Tak menunggu waktu lama, video berbau goyang seronok itu langsung tersebar di medsos. Polisi pun didesak untuk turun tangan. Meski ke 11 pelajar telah diijinkan pulang, menurut Slamet pihaknya masih mendalami perkara. Apakah dalam perbuatan ini terkandung unsur pidana atau tidak. Jika terbukti (pidana), pihaknya akan meningkatkan pada gelar perkara.

"Kalaupun tidak ada unsur pidana kita akan berkoordinasi dengan pihak sekolah agar kasus serupa tidak terulang," tuturnya.

(Baca Juga: Polisi Pulangkan Pelajar Kediri Pembuat Video Mesum Bersama Pacarnya)

Salah seorang warga Blitar bernama Yesi mengaku sudah melihat vidoe goyang para siswa tersebut. Dia menjelaskan, goyang seronok yang terekam dalam video pendek itu tidak patut dilakukan pada pelajar.

"Apalagi saat bergoyang seronok itu mereka masih mengenakan seragam sekolah. Pemandangan yang tidak patut," pungkas Yesi.

(fid)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini