nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

KPK Dalami Dokumen Aliran Dana Suap ke Gubernur Zumi Zola

Arie Dwi Satrio, Jurnalis · Selasa 13 Februari 2018 20:55 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2018 02 13 337 1859179 kpk-dalami-dokumen-aliran-dana-suap-ke-gubernur-zumi-zola-jnUsJsdVME.jpg Gubernur Jambi, Zumi Zola (foto: Okezone)

JAKARTA - Tim penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) ‎sedang mengkaji sejumlah bukti dokumen dugaan aliran dana suap yang mengalir ke Gubernur Jambi, Zumi Zola. Nantinya, setelah dokumen tersebut selesai didalami, KPK langsung akan menjadwalkan pemeriksaan terhadap Zumi Zola.

"Tim saat ini masih mempelajari hasil penggeledahan yang dilakukan beberapa waktu lalu terutama beberapa dokumen-dokumen yang kita dapatkan berkaitan dengan proyek dan dugaan aliran dana pada pihak-pihak tertentu," kata Juru Bicara KPK‎, Febri Diansyah di kamtornya, Jalan Kuningan Persada, Jakarta Selatan, Selasa (13/2/2018).

Febri mengakui, saat ini penyidik memang sedang mengumpulkan sejumlah keterangan dari para saksi untuk proses penyidikan Zumi Zola. Nantinya, setelah keterangan dan bukti-bukti sudah dikantongi, maka penyidik akan langsung melakukan pemeriksaan terhadap Zumi Zola sebagai tersangka.

"Saat ini kami masih melakukan pemeriksaan terhadap sejumlah saksi nanti jika ada agenda pemeriksaan tersangka yang lain yang sudah kita proses ada dua orang untuk kasus gratifikasi dan satu orang untuk kasus suap pada DPRD tentu nanti akan kita informasikan lebih lanjut," pungkasnya.

Zumi Zola sendiri telah ditetapkan sebagai tersangka kasus dugaan penerimaan hadiah atau janji terkait sejumlah proyek di Provinsi Jambi. Dia ditetapkan tersangka bersama-sama dengan Pelaksana Tugas (Plt) Kadis PUPR Provinsi Jambi, Arfan.

‎Dua pejabat di Provinsi Jambi tersebut ditetapkan tersangka oleh KPK berdasarkan hasil pengembangan penanganan perkara dugaan suap pengesahan RAPBD Jambi, tahun 2018. ‎Diduga, Zumi Zola menerima gratifikasi berupa hadiah dan uang sebesar Rp6 miliar.

Namun, Zumi Zola saat ini masih melengang bebas atau belum dilakukan penahanan sejak ditetapkan sebagai tersangka. Sedangkan Arfan sudah ditahan sejak ditetapkan sebagai tersangka kasus dugaan suap pengesahan RAPBD Jambi tahun 2018.

Atas perbuatannya, kedua tersangka tersebut disangkakan melanggar Pasal 12 B atau Pasal 11 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tipikor sebagaimana telah diubah dengan UU Nomor 20 Tahun 2001 Juncto Pasal 55 Ayat (1) ke-1 KUHP.

(wal)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini