nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Bupati Ini Larang Warganya Merayakan Valentine Day

Rus Akbar, Jurnalis · Selasa 13 Februari 2018 16:21 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2018 02 13 340 1858978 bupati-ini-larang-warganya-merayakan-hari-kasih-sayang-l8DooBxZBn.jpg Ilustrasi mawar perayaan valentine (Foto: Okezone)

PADANG - Bupati Dharmasraya, Sumatera Barat, Sutan Riska Tuanku Kerajaan, mengeluarkan surat larangan kepada seluruh warganya merayakan hari Valentine Day pada 14 Februari 2018 besok, surat itu langsung diunggah di akun media sosialnya pukul 13.38 WIB hari ini.

Dalam keterangan yang berisi himbauan kepada seluruh masyarakat Dharmasraya, agar sama-sama memastikan tidak ada anggota keluarga yang merayakan hari valentine day. “Semoga kita terhindar dari perbuatan yang dibenci Allah dan tidak sesuai norma adat masyarakat, aamiin, silahkan di bagikan informasi ini,” tulisnya, Selasa (13/2/2018)

Adapun surat yang di unggah bupati tersebut dengan nomor 451/149/Kesra-2018, bersifat penting. Perihal larangan merayakan Valentine Day atau hari kasih sayang di Kabupaten Dharmasraya. Surat tersebut tertanggal, 12 Februari 2018 yang ditujukan kepada Pimpinan Perguruan Tinggi dan Kepala SD, SMP, SMA, SMK/Madrasah Negeri dan Swasta se-Kabupaten Dharmasraya, Camat se-Kabupaten Dharmasraya, Tokoh Masyarakat/Ormas/LSM.

Bupati ini beralasan sesuai yang tercantum dalam suratnya untuk mencegah perilaku generasi muda dan pelajar yang melanggar nilai-nilai moral dan akhlak yang umumnya terjadi setiap tanggal 14 Februari atau Valentine Day, bersama ini disampaikan hal-hal sebagai berikut.

Diminta kepada seluruh pimpimnan perguruna tinggi, dan kepala sekolah/madrasah di wilayah Kabupatyen Dharmasraya untuk melarang kegiatan mahasiswa/pelajar baik itu diluar maupun dilingkungan Perguruan Tinggi/Sekolah/Madrasah yang bertujuan untuk merayakan Hari Kasih Sayang.

Suran Riska juga meminta kepada camat melaluhi wali nagari agar menghimbau kepada masyarakat atau seluruh orang tua dan wali murid di wilayahnya masing-masing untuk dapat mengawasi putra-putrinya agar tidak terjebak dan melakukan hal-hal yang melanggar nilai-nilai moral yang dijunjung tinggi masyarakat.

Kemudian bupati Dharmasraya juga meminta kepada tokoh masyarakat, Ormas Islam, dan LSM se-Kabupaten Dharmasraya agar senantiasa ikut memantau dan mejaga ketertiban sosial dengan menegakkan dakwah amar makruf nahi mungkar dengan menjunjung tinggi aturan hukum yang berlaku dan tetap melakukan koordinasi dengan aparat dan dinas terkait pada setiap aksi yang dilakukan.

Hingga pukul 15.34 WIB status bupati tersebut telah dibagikan sebanyak 188 kali dan disukai 366 orang dan dikomentari sebanyak 16 kali, rata-rata surat yang dikeluarkan bupati tersebut disambut setuju oleh para netizen.

(muf)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini